Membangun bisnis dari Nol: 5 Strategi ala Malvika Amaliah, Founder Womenwear!

Membangun Bisnis dari Nol: 5 Strategi yang Bisa Diterapkan dari Perjalanan Womenwear oleh Malvika Amaliah. Sumber gambar Instagram Malvika Amaliah


Be-emers, pagi ini sekitar pukul 02.30 ketika penulis membaca artikel-artikel pendek Mba Malvika Amalia founder dari Womenwear dari berbagai sumber, baik Instagram ataupun Facebook, penulis menyadari satu hal.

Kemandirian finansial yang dilakukan dengan membangun bisnis, itu sama seperti ketika aku menumbuhkan anakku yang baru berusia dua setengah tahun. 
 
Menumbuhkan anak yang berusia dua setengah tahun hingga mencapai 11 tahun seperti usia bisnis Mba Malvika Amalia saat ini, butuh proses.

Kita tidak bisa mengharapkan hasilnya dalam waktu singkat. Butuh perjuangan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
 

Membangun Bisnis dari Nol: 5 Strategi yang Bisa Diterapkan dari Perjalanan Womenwear oleh Malvika Amaliah

Strategi Founder Womenwear, Malvika Amaliah dalam membangun bisnis Womenwear dari nol yang bisa kamu tiru: 
 

1. Nikmati Cita-cita Kita seperti Menerima Anugerah Seorang Anak

Cita-cita, apapun cita-cita kita, baik ingin menjadi arsitek, menjadi manajer sumber daya manusia (SDM), ingin memiliki bisnis itu adalah hal yang biasanya melekat secara naluriah pada diri kita.

Artinya biasanya kita tidak bisa membuang begitu saja dengan mudah keinginan atau cita-cita tersebut. Pun ketika merasa gagal dan ketika kita ingin membuangnya, kembali lagi ada rasa kita ingin memungutnya kembali. 
 
Ini sama dengan ketika seorang wanita dianugerahi seorang anak. Secara naluriah ia akan menerimanya dan berusaha untuk menumbuhkannya dengan sebaik mungkin. 
 
Pun sama dengan Mba Malvika Amaliah yang dengan gigih menumbuhkan bisnisnya hingga 11 tahun saat ini untuk mencapai kemandirian finansial.
 

2. Kemandirian Finansial adalah Jangka Panjang 

Saat mengamati dan melihat anak yang berumur dua setengah tahun itu, penulis juga sadar bahwa hal-hal yang kuinginkan darinya seperti: 1) bagus karakternya, 2) bagus etikanya, 3) benar agamanya, 4) mengerti ilmu dasar kehidupan seperti matematika dan bahasa itu tidak bisa diraih hasilnya dalam waktu saat ini. 
 
Artinya kita tidak bisa menuntut anak yang berusia dua setengah tahun itu duduk dengan manis layaknya kita, atau tidak jempalitan.

Menuntut dia sudah bisa ngomong dengan sopan dan ramah atau tidak teriak-teriak. Dan sebagainya. Tidak bisa untuk saat ini. Karena dia belum punya nalar. Meskipun tetap harus kita bimbing. Kita baru bisa mengeceknya nanti saat dia sudah mulai memiliki nalar. 
 

3. Jangan Berhenti Di Tengah Jalan 

Penulis juga berpikir, kita juga tidak bisa berhenti untuk mendidik dan memberi tahu hal yang benar dan salah ke anak tersebut saat ini. Meskipun berat. Artinya kita tetap harus mengajari dia untuk duduk dengan sopan, berbicara dengan sopan, dan sebagainya.
 
Itulah juga yang penulis perhatikan juga dari perjalanan bisnis Mba Malvika Amaliah founder Womanwear untuk mencapai kemandirian finansialnya. Dia tidak berhenti di tengah jalan.