Tak Hanya Power, 5 Modal Pemimpin Agar Bisnis Bertahan Seperti Womenwear

Modal pemimpin agar bisnis bertahan [Freepik]


Awalnya kecil-kecilan; Womenwear yang berlokasi di Curug, Serang kini telah bertransformasi menjadi brand yang reputasinya baik.

Hal ini tak lepas dari bagaimana sang owner, Malvika Amaliah membangun situasi kerja mendukung dan peduli terhadap kesejahteraan timnya.

Salah satunya ia membelikan rumah layak huni untuk salah satu karyawannya agar dapat hidup layak. Bukan berarti harus memberi rumah agar dinilai baik, melainkan bagaimana memoles diri agar mampu menjadi leader ideal.


Modal Berharga Pemimpin Agar Bisnis Bertahan dan Banjir Cuan

Dari pemimpin ideal, lahirlah tim yang solid. Tanpa disuruh, tim akan bekerja sepenuh hati agar perusahaan tempat mereka bekerja terus cuan. Kalau sudah begini, tim tentu akan kecipratan juga.

Bukan asal suruh, berikut skill berharga yang sepatutnya dimiliki pemimpin:


1. Rasa Aman Berpendapat

Izin menyampaikan bapak..
Mohon maaf sebelumnya ibu, kalau boleh berpendapat..
Budaya feodal yang kental di dunia profesional Indonesia membuat bawahan menganggap bos adalah monster. Takut salah bicara, khawatir bos akan merepet kalau bawahan terlalu kritis. 'Baik siap pak' akhirnya menjadi opsi lumrah, padahal sudah jelas hal di depan matanya itu salah.


Padahal, tim solid dimulai dari rasa aman menyampaikan pendapat tanpa takut disalahkan. Pemimpin yang baik bukan mencari siapa yang salah, tetapi hal apa yang bisa diperbaiki bersama.


2. Apresiasi yang Tulus

Dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menekankan hal krusial memimpin: berikan penghargaan yang jujur dan tulus.

Bos fokus pada hasil akhir, tapi leader mengakui kontribusi karyawannya sekecil apapun itu. Jika begini, timmu akan mampu mengusahakan yang terbaik bahkan tanpa disupervisi terlalu sering.


3. Emotional Intelligence Tinggi

Kadang, seseorang menilai gelar dan kecerdasan akademik cukup untuk seseorang mengampu jabatan sebagai pemimpin. Padahal, kecerdasan emosional juga penting.

Yakni berempati, mampu meregulasi emosi dengan baik, 'membaca' suasana tim tanpa menunggu 'bom waktu', serta skill menangani konflik tanpa memperkeruh keadaan. Leader hebat bukan yang paling pintar, tapi yang paling mengerti manusia.


4. Buat Setiap Orang Merasa Penting

Dalam kebanyakan cerita yang saya dengar, bos memuji ketika sukses mencapai target. Kalau belum, kamu tidak penting. Begitu kira-kira.

Dalam bukunya, Dale menegaskan sejatinya pemimpin harus bisa membuat timnya merasa penting.

Caranya? Mendengarkan secara aktif, mengingat detail kecil tentang anggota tim. Tim solid terbentuk ketika setiap individu merasa dilihat dan dihargai, bukan sekadar 'mesin target'.