Kenalan dengan El Nino dan Cara Jaga Stamina di Kondisi Cuaca Ekstrem!

Ilustrasi banjir/foto dari Pok Rie by pexels.com

Palembang banjir! Berita yang kerap kali terdengar beberapa minggu ini. Banjir di Palembang bukan kali ini saja, setiap tahun beberapa wilayah di Palembang pasti banjir. Namun, tahun ini banjir hampir menyeluruh terjadi di berbagai wilayah.

 
Baru sebentar saja air sudah naik. Waduk, kolam retensi penuh dengan air sehingga air meluap membanjiri jalanan kota.

Beberapa ruas jalan raya di Palembang mendadak menjadi sungai besar. Saya yang sering seliweran ke Palembang sangat tahu kondisi di kota ini.
 
Fenomena perubahan iklim ini sangat kentara. Biasanya bulan April sudah memasuki musim kemarau, tetapi tahun ini hujan datang cukup sering. Dalam media elektronik dan sosial, ini disebabkan oleh El Nino. Namanya sih bagus, tetapi apakah dampaknya juga bagus? 
 

Apa Itu El Nino?

Dikutip dari laman bmkg.go.id, El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.
 
Dikutip dari lama cews.bmkg.go.id, El Nino memang berpengaruh dalam menurunkan curah hujan di wilayah Indonesia, terutama pada periode musim Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-November (SON) hingga >40%.

Namun, di beberapa wilayah Indonesia mengalami peningkatan curah hujan di periode Desember-Januari-Februari (DJF) dan Maret-April-Mei (MAM) meskipun sedang El Nino.

Sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa saat El Nino tidak akan terjadi hujan sama sekali namun terdapat penurunan curah hujan>40%.
 
Inilah yang terjadi di Indonesia. Di beberapa daerah, pengaruh El Nino tidaklah sama. Seperti di Palembang, dari awal bulan April hujan turun hampir setiap hari. Hujan yang hanya sebentar saja sudah bisa menyebabkan banjir.
 
Biasanya pada bulan ini, curah hujan harusnya sudah mulai berkurang, tetapi kenyataannya hanya berselang sehari, hujan turun kembali.

Kadang hujan disertai angin kencang, kadang juga terasa seperti orang yang menumpahkan sebaskom air di depan rumah. Hujan seperti diajak berkumpul ke kota Palembang semua.