Ketika Playlist Favorit Saat Olahraga Tidak Selalu Lagu

Playlist Favorit Saat Olahraga Tidak Harus Lagu, Sumber Gambar: Editing Pribadi

Like

Sering saya itu berpikir, bahwa sebagian orang Indonesia itu memang kurang bersemangat dalam hidupnya. Mereka lebih terasa menerima apa adanya, padahal sikap seperti itu pasti karena ada apa-apanya. 

Rupanya, setelah saya menerawang dan memandang dalam jarak yang tak terbilang, saya berhasil menemukan sebuah keadaan yang terbentang. Oh, ternyata ini karena lagu yang selama ini merasuki kalbu. 

Lagu-lagu Indonesia sebagian besar memang bercerita tentang cinta. Namun, cinta yang dibawakan di lagu tersebut berwujud kepada hal-hal yang negatif, bukan positif, apalagi netral, meskipun yang disebutkan terakhir ini malah berkaitan dengan gigi kendaraan bermotor. 

Isi atau lirik dari lagu-lagu tersebut biasanya berkutat di perselingkuhan, cinta ketiga, keempat, dan seterusnya. Lalu, ada kaitannya juga dengan patah hati, sedangkan untuk patah tulang perlu ke dokter ortopedi. 

Kesedihan, air mata, penyesalan di masa lalu, rasa kehilangan, bahkan menyalahkan takdir, itu yang menyelimuti lagu-lagu Indonesia. 


Dan, tanpa disadari, lirik-lirik lagu tersebut justru menjadi doa tersendiri, lho! Pernah dengar 'kan ada penyanyi yang kehidupannya justru jadi sama dengan lagu yang sering dibawakannya? Itulah makna dari ucapan adalah doa. 

Bagi para pendengarnya, terlalu sering mengonsumsi lagu-lagu tersebut, maka kehidupan ini selalu dipandang dari segi yang kurang. Harapan untuk masa depan tidak ada, bahkan terus menyalahkan keadaan sekarang. 

Padahal, harapan di masa depan itu masih suci. Sama dengan kertas kosong yang belum dituliskan apa-apa. Kertas kosong itu bisa dianggap seperti nama penyakit, namanya adalah kertas folio. 

Mari kita coba bandingkan dengan lagu-lagu luar negeri. Saya memilih 3 lagu luar negeri alias berbahasa Inggris. Saya memang kalah dengan anak-anak kecil di Inggris dan Amerika Serikat, sejak kecil mereka sudah pintar bahasa Inggris! 

Ada lagu yang berjudul "You Can Win of You Want", lalu ada "I Believe I Can Fly". Satunya lagi adalah "I Have A Dream". Coba kita lihat dari judul-judulnya saja, sudah mencerminkan rasa optimis, bukan Megatron.

Kamu bisa menang selama kamu mau. Saya renungkan, ini betul juga! Selama ini mungkin kita tidak mau berprestasi karena tidak mau ke sana atau memang tidak menginginkannya. 

Kita bisa terbang ke manapun jika kita percaya bahwa kita bisa. Ini juga terkait dengan prestasi. Manusia memang tidak bisa terbang, kecuali pinjam baling-baling bambu Doraemon. Namun, selama percaya dan mau berusaha, Insya Allah tetap bisa ke sana, kok!

Terakhir, lagu yang dipopulerkan oleh Westlife. Semuanya berawal dari impian. Yang menarik, impian ini dimulai ketika kita bangun tidur, bukan di saat tidur. Kalau cuma ketika tidur, itu adalah mimpi, bunga tidur. Pakai mengorok lagi. Hadeh. 


Menikmati Musik Sambil Aktivitas Fisik

Banyak aktivitas fisik yang kita lakukan setiap harinya. Ada pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang perlu dibereskan. Apalagi jika kamu seorang suami, saat disuruh istri mencuci baju misalnya.

Lakukanlah, itu jelas lebih baik. Soalnya, jika istri kamu yang mencuci, lalu menemukan uang di saku celana kamu, maka biasanya dia akan mengambilnya. Jadi, lebih baik para suami yang mencuci baju dan celananya sendiri, ya 'kan? 

Nah, agar aktivitas fisik itu makin terasa asyik, sering sekali orang memutar musik. Salah satu aktivitas fisik yang menyehatkan tentu saja olahraga. Kamu bisa melakukan olahraga sesuai waktu luang, bisa di pagi atau sore hari. 

Sedangkan kalau malam, lebih baik dihindari. Malam adalah waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Hak tubuh perlu untuk ditunaikan, jangan dikreditkan. Oke? 

Musik bagi sebagian orang yang berolahraga memang bisa memicu semangat lebih dahsyat. Mereka jogging sambil pakai earphone di telinganya.

Hal itu tentu saja lebih baik dan lebih praktis. Akan sangat merepotkan jika jogging sambil menarik sound horeg ke mana-mana, apalagi peralatan itu di atas truk lagi. 

Olahraga lainnya seperti jalan pagi yang lebih ringan daripada jogging. Atau juga ketika di gym, bahkan mungkin di gym tersebut diputarkan musik lebih keras. 

Kenyataan yang paling terlihat dipakainya musik adalah ketika senam. Kalau yang ini, memang sudah sangat melekat. Sejak SD, sudah pakai musik, misalnya: SKJ 84. Wah, ketahuan umurnya kalau sering putar lagu itu! 

Namun, kenyataan juga berbicara bahwa tidak semua orang bisa menikmati olahraga dengan musik. Banyak pula yang tanpa suara apa-apa, alasannya agar lebih tenang dan sunyi saja.