Kiat Ibu RT Saat Nilai Tukar Dolar Meningkat

Foto dolar by Pexels.com

Mendengar pidato bapak presiden Prabowo Subianto kemarin yang menyatakan dampak melemahnya rupiah terhadap dolar tidak berpengaruh terhadap masyarakat pedesaan.

Waduh, sempat kanget loh dengan pernyataan ini. Bagaimana enggak kaget, permasalahan penutupan selat Hormuz aja sudah bikin harga plastik naik dan berimbas pada naiknya harga belanjaan di warung.

Lah, ini nilai tukar dolar yang katanya tidak bakal mempengaruhi masyarakat pedesaan?
 
Maaf pak Presiden, mungkin pernyataan ini benar jika dilihat dari kacamata orang yang tinggal di kota. Namun, saya yang berdomisili di daerah kabupaten, berbatasan dengan perkotaan sedikit banyak merasakan kenaikan nilai tukar rupiah itu. 
 
Nilai tukar dolar sekarang sudah mencapai 17.500 dari yang sebelumnya 16 ribuan. Beberapa hari ini saja ada beberapa yang saya rasakan. Misalnya, bahan bakar Pertamax yang biasa saya gunakan sebagai bahan bakar motor tidak tersedia di 4 POM bensin. Terpaksalah akhirnya saya mengisi dengan Pertalite. 
 
Ternyata dampak invansi Israel-Iran ini sangat banyak. Tanpa kita sadari semua aspek kehidupan terdampak karenanya. Memang dampaknya tidak secara langsung, tetapi perlahan mulai dirasakan. 
 
Harga es teh berukuran kecil biasanya 2.500 kini sudah naik menjadi 3.000 dan itu cukup membuat kaget meskipun kenaikan hanya 500 rupiah. Harga cabai meroket, harga perbawangan tidak lagi turun ke angka 20 ribuan. Apalagi harga beras, minyak, gula, terigu yang menjadi bahan pokok masyarakat. Semuanya barang berganti harga. Semua tidak bisa dipungkiri. 
 
Oleh karena itu, kita bisa melakukan upaya agar keuangan tetap aman. Ya, meskipun terkesan terlambat untuk melakukannya, kita bisa melakukannya. Melihat harga yang makin naik, bagi para ibu rumah tangga ini sangat mempengaruhi dan dari instagram semalam, saya mendengar bahwa harga gas pun ikutan naik. Masya Allah, dengan pemasukan yang masih sama, tetapi pengeluaran bertambah. 

 

Rupiah Melemah, Para Ibu Harus Atur Keuangan dengan Cermat

Pengeluaran yang tak terduga sering membuat para ibu kewalahan. Semua harus diperhitungkan dengan matang.

Sekecil apa pun selisih antara dua barang harus diamati oleh para ibu. Waduh, tugas para ibu rumah tangga memang harus super ketat anggaran. Pada kenyataannya, anggaran rumah tangga itu tidak selalu sesuai dengan rencana. Ada yang harus dikecilkan dan ada yang harus ditambah.