Di Balik Kemasan Snack Favoritmu, Sudah Cek Nutri Levelnya?

Ilustrasi membaca label nutrisi makanan (Foto Freepik.com)


Bagaimana cara Be-emers mengatur nutrisi yang terkandung dari makanan favorit kalian?

Yakin itu aman? Atau justru berbahaya? Industri pangan akhir-akhir ini sering ditakuti oleh pelaku pencurangan makanan yang dilakukan oleh 'oknum'. 

Pelaku industri sering kali berupaya memengaruhi kebijakan dengan mendorong skema pelabelan sukarela sebagai cara untuk menyelaraskan kebijakan dengan kepentingan mereka (Pettigrew et al., 2022).

Pelabelan makanan oleh BPOM padahal telah memiliki kebijakan cukai gula yang dapat mendukung kebijakan tersebut. Tapi masih banyak sekali orang awam yang kurang memahami bagaimana cara kerja dari nutri level.

Nah, artikel ini benar-benar pas untuk dipelajari oleh Be-emers nih! Simak sampai tuntas ya!
 

Pengertian Nutri Level

Apa sih maksud dari nutri level?

Nutri level itu sebuah tabel untuk melihat seberapa besar kandungan garam, gula dan lemak yang ada di dalam snack favorit, yang nantinya akan menjadi tolak ukur apakah kalian benar-benar mau membeli produknya atau tidak.

Ini menjadi sarana kebutuhan keluarga yang lebih sehat lagi ya!
 

Komponen Nutri Level Pada Makanan yang Wajib Kamu Ketahui

Apa aja sih komponen dari nutri level itu?

1. Warna

Ada beberapa mix warna dan huruf yang dirancang agar mudah dibaca oleh Be-emers, bahkan saat belanja terburu-buru di supermarket.

  • A (hijau tua): paling rendah, pilihan paling sehat, tanpa tambahan pemanis

  • B (hijau muda): rendah–sedang, masih relatif aman dikonsumsi

  • C (kuning): sedang–tinggi, perlu dibatasi

  • D (merah): paling tinggi, sangat dibatasi

 

2. Skor

Setiap snack favorit yang Be-emers pilih akan dikelompokkan menjadi kategori A hingga D berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) per 100 ml. Semakin tinggi kandungan GGL, maka kategorinya juga semakin tinggi.


Gula:

  • A: ≤ 1 g

  • B: > 1 – 5 g

  • C: > 5 – 10 g

  • D: > 10 g

Lemak:

  • A: ≤ 0,7 g

  • B: > 0,7 – 1,2 g

  • C: > 1,2 – 2,8 g

  • D: > 2,8 g

Garam:

  • A: ≤ 5 mg

  • B: > 5 – 120 mg

  • C: > 120 – 500 mg

  • D: > 500 mg

Semakin tinggi nilai GGL (gula, garam, lemak), maka kategori akan naik dari A ke D. Kategori D menunjukkan kandungan GGL paling tinggi sehingga konsumsinya perlu paling dibatasi. Tolong dicatat ya Be-emers! Hehehe.