7 Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arafah untuk Kesehatan dan Spiritual

7 Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arafah untuk Kesehatan dan Spiritual. Sumber Gambar Adobe Express

Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Zulhijah dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah merupakan puasa sunah yang dilakukan menjelang Idul Adha.

Selain dapat pahala dan pengampunan dosa, pelaksanaan puasa ini juga memiliki banyak efek positif bagi kesehatan.

 
Bagi Be-emers yang ingin melakukan body reset, berikut adalah khasiat dan manfaat puasa Tarwiyah dan Arafah dari segi medis, psikologis, hingga sosial.
 

7 Manfaat Puasa Tarwiyah dan Arafah untuk Kesehatan dan Spiritual

Berikut adalah manfaat puasa tarwiyah dan arafah untuk kesehatan dan spiritual yang dapat kamu perhatikan: 
 

1. Memicu Autofagi dan Mencegah Penuaan Dini

Ketika menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah ini, tubuh kita akan melakukan autofagi. Autofagi merupakan proses pembersihan alami di dalam tubuh dengan cara tubuh mendaur ulang sel-sel yang rusak, yang sudah tua, dan tidak terpakai lagi untuk diubah menjadi energi baru.
 
Karena proses ini, tubuh akan memproduksi sel-sel yang baru. Tubuh terasa lebih ringan. Dan bermanfaat untuk mencegah penuaan dini.
 

2. Menjaga Kesehatan Jantung dan Menurunkan Kolesterol

Dalam bidang pangan, kita kenal ada dua lemak, yaitu lemak “jahat” yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL) dan lemak “baik” yaitu High-Density Lipoprotein (HDL) 
untuk tubuh. 
Puasa Membantu menurunkan LDL di dalam tubuh. Dampak dari LDL turun yang turun ini:
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengurangi tumpukan kolesterol di pembuluh darah.
  • Meningkatkan elastisitas pembuluh darah
 

3. Melatih Kesabaran dan Manajemen Emosi

Penulis jadi ingat lagunya anak penulis yang “marah dan jadi dinosaurus”. Sebenarnya yang marah itu nggak cuma dinosaurus sih ya.

Tapi dinosaurus yang marah itu digambarkan menyemburkan api, mukanya merah, saking gelap matanya karena marah menendang dan menginjak barang-barang di depannya. 
 
Nah itulah gambaran marah.
 
Tapi kalau puasa kan dilarang marah. Yang ada justru disuruh “sabar, sabar, sabar…” sambil mengelus dada. Daripada puasanya nggak ada manfaatnya kan?