7 Cara Mengelola Bisnis Travel Haji dan Umroh Agar Sukses dan Long Lasting

7 Cara Mengelola Bisnis Travel Haji dan Umroh Agar Sukses dan Long Lasting. Sumber Gambar Adobe Express

Like

Bisnis travel haji dan umroh merupakan salah satu bisnis yang potensial di Indonesia karena jumlah penduduk muslim yang sangat besar. Menariknya, ibadah umroh dan haji kini tidak lagi dianggap sebagai ibadah sekali seumur hidup, tetapi banyak yang melakukannya secara berulang kali, baik untuk haji dan umroh. 

 
Meskipun pasarnya besar, apakah mengelola bisnis travel umroh dan haji ini cukup hanya dengan mengandalkan modal yang besar? Mengingat biaya perjalanan memang tidak murah.
 
Modal besar saja tidak cukup. Banyak agen travel bermodal besar yang gulung tikar karena salah pengelolaan.

Lalu, bagaimana cara mengelola bisnis travel haji dan umroh agar tetap long lasting dan dipercaya pelanggan? Simak 7 strategi ampuhnya berikut ini.
 


7 Cara Mengelola Bisnis Travel Haji dan Umroh Agar Sukses dan Long Lasting

Berikut adalah tips dari Kak Nanik Prasasti dalam acara Youngpreneur Talk Bisnis Muda tentang tips mengelola Bisnis Travel Haji dan Umroh: 
 

1. Bangun Kepercayaan (Trust) Sejak Awal 

Untuk membangun bisnis travel haji dan umroh yang dapat dipercaya, membangun kepercayaan itu sendiri adalah hal yang utama.
 
Sebagai contoh mudah: jika di dalam brosur kita mencantumkan maskapai A dan hotel berbintang B, maka hingga hari keberangkatan, fasilitas itulah yang harus didapatkan oleh pelanggan.

Meskipun misalnya terjadi lonjakan harga tiket pesawat atau hotel, yang berpotensi mengurangi keuntungan, bahkan menimbulkan kerugian. Komitmen awal tidak boleh dikorbankan.
 

2. Terapkan Manajemen Harga yang Realistis

Peristiwa perang harga seringkali tetap menggoda para pemilik bisnis meskipun bisnis ini bukan termasuk bisnis yang murah.
 
Meski demikian Be-emers jangan terjebak dengan perang harga yang tidak masuk akal ini. Tetap lakukan analisis biaya.

Tetapkan harga paket yang realistis untuk menutupi kemungkinan risiko kerugian, menjaga arus kas (cash flow), memastikan mendapatkan keuntungan yang sehat, serta menjaga agar bisnis long lasting.
 

3. Berikan Edukasi yang Transparan kepada Pelanggan 

Karena biaya perjalanan ibadah ini tidak sedikit, penting untuk memberikan edukasi yang dibutuhkan dan transparan kepada pelanggan.
 
Jelaskan secara detail jenis pesawat yang digunakan, fasilitas hotel, menu makanan, serta jaminan pengendalian mutu selama perjalanan. Ketika pelanggan diberi edukasi dengan baik, mereka tidak akan menganggap harga paket kita mahal.


Sebaliknya, mereka akan melihat bahwa harga yang dibayarkan sangat masuk akal dengan fasilitas dan kenyamanan yang dijanjikan.