Sebuah Makna Perayaan Hari Raya Iduladha

Ilustrasi Sholat/pexels.com

Allahu akbar ... allahu akbar ... allahu akbar
Laaillaha illallah huwallahu akbar
Allahu akbar walillah ilham
 
Takbir dan talbiyah berkumandang di bumi Allah. Segenap kaum muslim berduyun-duyun bertakbir menuju masjid atau mushola untuk menunaikan sholat Iduladha.

Anak-anak, orang dewasa, dan tua menyandang sajadah menuju sumber takbir yang menggema sejak fajar tiba.
 
Hari ini, bumi Allah dipenuhi suara takbir. Semua menyeru akan kebesaran Allah. Semua mengakui kemahakuasaan-Nya. Takbir itu merembes memberi rasa yang tidak bisa diucapkan dengan sekadar kata.
 

Berkurban: Ibadah Penuh Makna

Teringat kisah nabi Ismail a.s. yang rela memenuhi perintah Allah untuk disembelih atas dirinya oleh ayahnya sendiri, Ibrahim a.s.  
 
Iduladha sering kita sebut sebagai Idul qurban sebab di pada hari raya ini ada ibadah khusus, yaitu berkurban. Iduladha akan mengajak kita menyelami makna yang sebenarnya dari berhari raya.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah." (QS. Al Kautsar: 1-2)
 
Ketika Allah perintahkan seseorang untuk berkurban, maka Allah tahu dia pasti bisa melakukannya. Allah mengingatkan kembali kepada kita bahwa selama hidup, Allah telah memberikan nikmat yang banyak untuk kita dan yakinlah bahwa hanya sedikit sekali yang bisa kita persembahkan kepada-Nya.

Bahkan apa yang kita persembahkan itu belum tentu sesuai dengan apa yang Dia syariatkan.
 
Kita seringkali merasa ibadah yang kita lakukan sudah benar, tetapi apakah kita yakin apa yang kita lakukan itu diterima oleh Allah?

Jangan-jangan sholat kita, ibadah puasa, dan ibadah apa pun itu adalah sesuatu yang tidak bernilai pahala di sisi-Nya. Jika begitu, maka alangkah malang diri kita.