Panduan K3LH: 3 Cara Mudah Mengenalkan Keselamatan Kerja pada Anak Sejak Dini

Panduan K3LH: 3 Cara Mudah Mengenalkan Keselamatan Kerja pada Anak Sejak Dini. Sumber Gambar Adobe Express

Ketika ikut menyaksikan video kartun anak-anak di YouTube yang ditonton oleh anak penulis, disitu ditampilkan bahwa, Di beberapa negara maju, anak-anak sejak usia dini sudah diajari cara-cara sederhana mengenai Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH).
 
Di video kartun tersebut, mereka diperkenalkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) agar lingkungan tidak berantakan dan memicu kecelakaan. Anak-anak juga diajari simulasi dasar saat terjadi kebakaran, atau gempa bumi, hingga tata cara aman cara menyalakan dan mematikan api unggun saat berkemah.
 
Tayangan tersebut menyadarkan penulis bahwa pendidikan keselamatan atau dasar K3LH itu penting dalam kehidupan sehari-hari.
 

Panduan K3LH: 3 Cara Mudah Mengenalkan Keselamatan Kerja pada Anak Sejak Dini
 

1. Membiasakan Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

Budaya 5R ini sebenarnya penulis sudah pelajari di tempat kerja, dan penulis ajarkan ke siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tetapi penulis baru tahu, bahwa budaya 5R ini pun bisa diajarkan ke buah hati sejak usia dini, sebagai pondasi keselamatan di rumah.
  • Ringkas: mengacu bahwa, kita harus senantiasa memilih barang-barang yang sering dipakai dan jarang dipakai di sekeliling kita. Kemudian menyingkirkan barang-barang yang jarang dipakai. Sehingga ruangan tersebut menjadi lebih rapi, tidak banyak barang berserakan, dan aman untuk berjalan dan bekerja.
  • Rapi: sesuai namanya juga harus gemar merapikan kembali barang-barang yang telah digunakan dan dikembalikan ke tempat semula.
  • Resik: sesuai namanya berarti membersihkan area kerja atau tempat tinggal kita agar senantiasa bersih dari sampah atau hal-hal yang mengganggu, seperti plastik, kertas, atau tumpahan air, agar keselamatan kita juga tetap terjaga.
  • Rawat: berarti merawat dengan baik barang-barang yang kita miliki, sehingga bisa dipakai berulang, tidak boros, dan tidak menimbulkan limbah yang juga dapat mengganggu keselamatan kita.
  • Rajin: berarti kita harus senantiasa rajin meringkas atau memilah kembali secara berkala barang-barang yang sering dan jarang digunakan, juga senantiasa merapikan, membersihkan, dan merawat, barang-barang tersebut secara terus-menerus.