Tips Menjaga Kelanggengan Bisnis dengan Partner ala Founder Praba Living

ilustrasi produk unggulan Praba Living (sumber : instagram Praba Living)


Membangun bisnis bukan hanya soal modal dan pasar. Tapi juga perlu pandai-pandai menjaga hubungan. Apalagi kamu merintis bisnis bersama partner.

Kadang, bisnis yang dirintis dan tengah naik daun justru kandas di tengah jalan. Alasanya bukan karena kalah bersaing, tapi karena konflik antar founder.

Hal itu tentu merugikan. Apalagi bisnismu sedang berada di trek yang menggiurkan. Nah dalam kesempatan ini akan dibahas sejumlah tips dalam menjaga bisnis dengan partner bisa langgeng.
 


Membangun Bisnis Langgeng dengan Partner, Begini Tipsnya!

Yang menarik, salah satu tipsnya berasal dari Founder Praba Living.


1. Visi Jadi Kunci Pemersatu

Anisa Sirman dan Dinda Muchtar merupakan founder Praba Living. Dua jebolan wanita karir itu mengambil langkah berani untuk resign dari pekerjaannya.

Dinda dulunya karyawan Shell. Sementara Anisa bekerja di Tejas Home and Living miliknya. Keduanya bertemu dan komit untuk membangun bisnis baru namanya Praba Living. Itu dimulai belum lama, yaitu pada 2025 lalu.


Keduanya mengakui bahwa perbedaan pendapat dan konflik kerap terjadi dalam perjalanan Praba Living. “Bahkan sering banget,” kata Anisa di sesi Youngpreaneur Talk, Jumat (26/6).

Namun berbagai perbedaan pendapat dan konflik itu berhasil dilalui. Kuncinya adalah visi yang mempersatukan. “Kami sudah komit dari awal. Semuanya demi Praba Living. Agar maju dan makin mensejahterakan,” katanya.

Visi itu selalu diprioritaskan dari berbagai permasalahan yang muncul. Sehingga cukup mampu meredam konflik dan meluruskan berbagai perbedaan yang terjadi.
 

2. Penting Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

Menjalani bisnis dengan partner adalah menguji kekompakan antara dua insan yang berbeda. Tiap orang tentu punya kesibukan, karakter dan keahlian yang tidak sama.

Nah dalam menjalani bisnis, kamu perlu membagi peran dan tanggung jawab secara jelas. Hal itu untuk mengurangi tumpang tindih kerjaan. Termasuk berat sebelah.

Misalnya diatur dengan jelas siapa yang pegang keuangan, siapa yang bertanggung jawab bidang pemasaran. Kamu juga bisa membuat struktur organisasi sederhana untuk memperjelas itu. Hal tersebut tentu tidak dilarang meski organisasi bisnismu masih sangat sederhana.