Heboh Modus Kejahatan CS Palsu Jenius, Apa Penyebab dan Solusinya?

Thief - Canva

Like

Beberapa waktu lalu, lagi-lagi sempat heboh adanya kasus atau modus kejahatan di sektor perbankan nih, Be-emers. Kali ini, kasus tersebut menimpa nasabah Jenius.

Diketahui, di jagat Twitter, akun dengan username @mila_mile yang mengaku sebagai nasabah Jenius PT Bank BPTN Tbk., telah mendapat penipuan dari customer service (CS) palsu.

Jadi, dirinya dihubungi melalui Whatsapp oleh pihak yang mengaku dari Jenius Bank BTPN. Pihak tersebut awalnya hanya mengingatkan adanya pergantian kartu oranye.

Ia pun sempat curiga. Soalnya, pihak CS justru menghubunginya melalui telepon WhatsApp, bukan dengan nomor resmi Jenius.

Nah, si CS palsu ini kemudian meminta sang nasabah buat melakukan login ke aplikasi Jenius dengan meminta untuk diberitahu masa berlaku rekening nasabah tersebut. Bahkan, si penipu ini meminta dengan nada memaksa lho!


Alhasil, sang nasabah pun marah, hingga timbul perdebatan. Gimana enggak marah, sang CS palsu ini sampai berani mengancam akan membekukan dana sang nasabah.

Beruntungnya, CS palsu tersebut langsung menyerah dan menutup telepon. Tanpa basa-basi, sang nasabah langsung menghubungi call center resmi Jenius untuk melakukan pengaduan.

Hasilnya, pihak Jenius mengaku kalau enggak ada sama sekali program pergantian kartu oranye seperti yang dimaksud tadi.

Baca Juga: Ramai Pembobolan Rekening Jenius, Simak Cara Mencegahnya
 

Antisipasi Modus Penipuan Rekening

Menanggapi hal itu, dilansir dari laman Bisnis, Communications & Daya Head Bank BTPN Andrie Darusman mengatakan kalau keamanan dan kenyamanan nasabah merupakan prioritas utama. Makanya, Jenius telah menerapkan sistem keamanan berlapis dengan teknologi terkini.

Meski begitu, ia juga menilai kalau nasabah juga perlu untuk selalu waspada. Pihaknya berharap kalau nasabah bisa  mengikuti anjuran langkah pengamanan akun agar tetap terlindungi, seperti dengan enggak membagikan informasi yang bersifat rahasia seperti:
  • PIN
  • Password
  • One Time Password (OTP), dan
  • Data di aplikasi serta kartu Jenius kepada pihak lain.

Selain itu, kamu juga disarankan untuk secara berkala mengganti pin ATM atau password aplikasi perbankan.
 

Penyebab Masih Ramainya Modus Penipuan Nasabah

Sementara itu, menurut Ketua Bidang Pengaduan dan YLKI Sularsi, pengetahuan masyarakat terhadap produk dan antisipasi memang masih rendah, dan masih tetap perlu ditingkatkan nih.

Di sisi lain, ia juga menilai kalau pihak perbankan perlu tetap melakukan perlindungan ekstra agar tetap dapat menjaga keamanan data sekaligus transaksi nasabah.

Ditambah, sistem keamanan perbankan dinilainya masih lemah. Sehingga, hal itu masih memungkinkan celah bagi pihak enggak bertanggung jawab untuk melakukan fraud yang merugikan nasabah.

Duh, makanya Be-emers, kamu wajib untuk tetap waspada ya dalam bertransaksi perbankan, apalagi di era yang sudah serba digital ini.

Baca Juga: Hati-Hati! Begini Modus Penipuan dan Pembobolan Rekening yang Perlu Kamu Ketahui