Yuk, Lebih Mengenal Apa Itu Jurnalisme Hati Nurani

Sumber Gambar : Google

Like

Setiap pekerja pers, khususnya wartawan, tentu paham betul apa itu jurnalisme. Tidak hanya sebatas itu, setiap wartawan pun wajib mengerti dan memahami jenis-jenis atau bentuk-bentuk jurnalisme yang ada.

Seperti jurnalisme baru, jurnalisme sastra, jurnalisme pembangunan, jurnalisme khas, jurnalisme dramatik, jurnalisme investigative, jurnalisme ‘kuning’ dan yang lainnya.

Alangkah naïf dan ironisnya jika wartawan yang tidak mengerti apa itu jurnalisme dan jenis-jenisnya, (meski tanpa menutup mata hal itu masih ada hingga hari ini).

Wartawan yang tidak paham beragam jenis jurnalisme itu, sebaiknya jangan segan-segan untuk mundur saja dari pekerjaannya dan memilih profesi lainnya yang mungkin lebih pas.

Jurnalisme hati nurani? Seperti apa bentuknya? Bagaimana model atau gaya penulisannya?


Beragam pertanyaan memang bisa muncul, mengingat jurnalisme jenis ini sulit atau bahkan tidak ada di dalam kamus atau buku-buku jurnalistik. Istilah jurnalisme hati nurani ini pun tidak tertera di dalam buku Eksiklopedi Pers Indonesia

Lalu, apa yang dimaksud dengan jurnalisme hati nurani? Jurnalisme hati nurani adalah jurnalisme yang mengedepankan hati nurani.

Artinya, hati nurani sangat berperan besar dalam menentukan kebijakan atau pilihan apakah suatu peristiwa itu layak diberitakan atau tidak.

Jurnalisme hati nurani, jurnalisme yang tidak memihak kepada siapapun. Jurnalisme jenis ini bukanlah jurnalisme partisan, melainkan jurnalisme yang hanya berpihak kepada suara hati nurani, berpihak kepada mereka yang teraniaya, mereka yang tertindas, berpihak kepada korban kesewenang-wenangan serta berpihak pada keadilan dan kebenaran.

Jurnalisme hati nurani adalah jurnalisme yang membenci kesewenang-wenangan, membenci ketidakadilan, membenci kebrutalan dan membenci perilaku yang arogan, anarkis dan vandalisme.

Jurnalisme hati nurani bukanlah jurnalisme yang menghujat, bukanlah jurnalisme yang memfitnah, bukan jurnalisme mencerca, mencaci-maki dan bukanlah jurnalisme yang mencemooh.

Lalu, apakah penting hati nurani dalam Jurnalisme?

Hati nurani perlu dikedepankan karena dapat mendorong para jurnalis untuk berani menyediakan fakta yang layak kepada publik. Wartawan harus selalu mengingat kepada siapa ia bertanggung jawab atas berita yang ia tulis dan sampaikan karena publik berhak mendapatkan fakta (kebenaran).