Persaingan Netflix, Disney+, dan Amazon di Ranah Streaming Makin Panas, Mana yang Paling Diminati?

Persaingan Netflix Disney dan Amazon Streaming Illustration Bisnis Muda - Canva

Like

Saat ini, ada berbagai platform video on demand yang bisa kamu pilih untuk bisa nonton film atau serial favorit kamu, Be-emers. Hal itu juga yang bikin industri layanan video streaming seperti Netflix, Disney+, dan Amazon harus bersaing secara panas di ranah streaming.

Berdasarkan data Motion Picture Association, jumlah langganan streaming di seluruh dunia tahun 2020 sudah lebih dari 1,1 miliar lho, Be-emers.

Nah, data tersebut juga menyebutkan kalau pertumbuhan ini ternyata juga didorong oleh sejumlah faktor nih, seperti:

  • Ekspansi Netflix ke luar negeri
  • Peluncuran layanan Disney+
  • Pandemi yang bikin banyak orang merasa nyaman untuk nonton film di rumah.

Baca Juga: Rilis Laporan Keuangan, Banyak Orang Batalkan Langganan Netflix!
 

Kekuasaan Netflix di Sejumlah Negara

Netflix misalnya, dilansir Wall Street Journal (WSJ), menunjukkan hasil kuartal yang menunjukkan pentingnya perluasan bisnis. Netflix menyatakan kalau sebanyak 89 persen dari hampir empat juta pelanggan baru dalam tiga bulan pertama tahun ini berasal dari luar AS dan Kanada.

Sementara itu, untuk serial terbaru Netflix, yang paling banyak ditonton selama kuartal tersebut adalah "Lupin”. Kamu sudah nonton belum?


 

Persaingan Netflix Disney dan Amazon Streaming Illustration Bisnis Muda - Canva


Co-Chief Executive dan Chief Content Officer Netflix Ted Sarandos mengatakan bahwa dengan film dan serial internasional, jika semakin lokal, semakin besar kemungkinan film atau serial untuk diputar di seluruh dunia lho!

Misalnya, film Parasite asal Korea Selatan yang memenangkan Oscar tahun lalu, dinilai telah menandai perkembangan selera film di Hollywood hingga seluruh dunia lho. Enggak bisa dipungkiri, Parasite merupakan film pertama asal Asia yang berhasil memenangkan perhargaan bergengsi tersebut.

Dulu, acara TV dan film baru, terutama yang diproduksi Hollywood didistribusikan dengan cara yang jauh berbeda dari sekarang. Dengan adanya Netflix di berbagai negara, hal itu jadi suatu perubahan paradigma: yakni konten yang dibuat dengan nilai-nilai produksi tingkat Hollywood bisa dinikmati banyak orang di seluruh dunia lewat platform digital.

Begitu juga konten film dari luar Hollywood. WSJ mencatat, sekitar setengah dari konten baru yang dikembangkan Netflix adalah produksi yang berbasis di luar AS. 

Menurut data Ampere Analysis, ada sekitar 38 persen konten non-bahasa Inggris di Netflix pada pertengahan Maret 2021. Di Korea Selatan misalnya, Netflix baru-baru ini mengumumkan akan menginvestasikan US$500 juta untuk konten berbahasa lokal lho.

Terlebih, ternyata proyek Netflix telah menghabiskan lebih dari US$ 17 miliar untuk konten tahun ini! Bahkan di tahun 2018-2020, Netflix juga menggandakan investasinya dalam konten asli non-Inggris.

Adapun, hingga kini Netflix ada di lebih dari 190 negara dan memiliki lebih dari 200 juta pelanggan di seluruh dunia.
 

Disney+ dan Amazon yang Siap Bersaing

Sementara itu, pihak Disney juga mengatakan kalau mereka akan menghabiskan hingga US$ 9 miliar selama setahun untuk konten untuk Disney+ pada tahun 2024 mendatang lho! Angka tersebut bakal mencakup 50 proyek internasional.

Pada Februari lalu, Disney pun telah mengumumkan daftar 10 proyeknya di Eropa untuk negara-negara seperti Prancis, Italia dan Jerman.

 

Persaingan Netflix Disney dan Amazon Streaming Illustration Bisnis Muda - Canva


Data dari Ampere Analysis juga menunjukkan, 24 persen dari konten baru yang sedang dikembangkan Disney memang berbasis di luar negeri. Pada Maret 2021, sudah ada sekitar 3 persen dari konten Disney+ yang berasal dari luar AS.

Diketahui, Disney sudah ada di 59 negara dan telah meraih lebih dari 100 juta pelanggan dalam waktu sekitar satu setengah tahun nih, Be-emers.

Di sisi lain, platform streaming Amazon juga punya konten asli berbahasa lokal lho. Bahkan, menurut Head of International Originals Amazon Studios James Farrell, volume konten asli berbahasa lokal yang diproduksi meningkat dua kali lipat setiap tahun sejak 2017.

Menurutnya, kalau mau punya layanan yang sukses di suatu negara, tentunya kita juga harus punya pertunjukan yang memiliki identitas atau ciri khas dari negara itu sendiri.

Adapun, Amazon baru-baru ini mengatakan bahwa Prime Service miliknya telah punya lebih dari 200 juta pelanggan! Pada 2020, jumlah pelanggan internasional streaming video Amazon juga melonjak lebih dari 80 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya lho.

Baca Juga: Netfilx, Viu, & Disney+ Hotstar Diminati, Mana yang Paling Unggul?