Dari BRI Hingga Gudang Garam, Ini 6 Perusahaan Indonesia Paling Kuat yang Masuk Forbes Global 2021

Sumber: Unsplash

Like

Forbes baru saja merilis daftar Global 2000 tahunan edisi ke-19 tahun 2021 ini, alias daftar 2.000 perusahaan global yang terbesar, terkuat, dan paling berharga berdasarkan analisis empat metrik. Analisis empat metrik yang digunakan adalah segi keuntungan, penjualan, aset, dan nilai pasar.

Perusahaan perusahaan ini ialah yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang telah mengancam setahun terakhir. Meski keuntungan baik dari sisi penjualan maupun labanya menurun, 2.000 perusahaan global ini tetap meningkat dari total aset dan nilainya.

Dari 2.000 perusahaan, perusahaan asal AS mendapat peringkat terbanyak dengan total 590 perusahaan, diikuti China daratan dan Hong Kong dengan 350 perusahaan.

Lima besar perusahaan dari daftar Forbes Global 2000 adalah ICBC dari China, JP Morgan Chase dari Amerika Serikat, Berkshire Hathaway dari Amerika Serikat, China Construction Bank dari China, dan Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco) dari Arab Saudi.

Berikut ini 6 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000.
 

Bank Raykat Indonesia (BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk merupakan bank milik negara (Badan Usaha Milik Negara/BUMN) yang banyak bergerak di segmen mikro, kecil, dan menengah. Segmen Usaha Anak Perusahaan meliputi perbankan konvensional dan syariah, jasa pembiayaan, jasa pengiriman uang, asuransi jiwa, asuransi umum, modal ventura, dan surat berharga. 


Perusahaan ini didirikan oleh Aria Wiriatmaja pada tanggal 16 Desember 1895 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Bank yang dipimpin Sunarso ini masuk dalam Forbes Global 2000 tahun 2021 di peringkat ke-362. 

Dari sisi penjualan, perusahaan yang berkode BBRI ini berada di peringkat 1.007, profit di peringkat 529, aset di peringkat 354, dan nilai pasar di peringkat 505. Pendapatannya berada pada posisi 10 miliar dollar AS, aset tembus 107,6 miliar dollar AS, dan keuntungan sebesar 1,3 miliar dollar AS.

 

Bank Central Asia (BCA)

PT Bank Central Asia Tbk masuk dalam peringkat kedua perusahaan RI yang masuk daftar menyusul BRI. Perusahaan dengan Market Cap sebesar 53,1 miliar dollar AS ini didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Bank yang bernaung dalam Djarum Group ini menempati posisi ke-436 dalam Forbes Global 2000. 

Dari sisi penjualan, emiten yang berkode BBCA ini berada di peringkat 1.604, profit di peringkat 342, aset di peringkat 479, dan nilai pasar di peringkat 320. Pendapatan BCA mencapai 6 miliar dollar AS, aset 76,6 miliar dollar AS, dan profit 1,9 miliar dollar AS.
 

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga salah satu Bank milik negara yang masuk Forbes Global 2000 tahun 2021. Bank yang bergerak dalam bidang penyediaan layanan perbankan umum ini menempati urutan ke-507.

Dari sisi penjualan, emiten dengan kode BMRI ini berada di peringkat 1.176, profit di peringkat 582, aset di peringkat 371, dan nilai pasar di peringkat 920. Total pendapatan senilai 8,6 miliar dollar AS, dengan aset senilai 101,7 miliar dollar AS, dan keuntungan sebesar 1,2 miliar dollar AS.
 

Telkom Indonesia

Telkom Indonesia merupakan perusahan BUMN operator seluler yang masuk peringkat ke-762. Produk unggulan yang dipasarkan Telkom di antaranya, Simpati, Kartu AS, hingga Indihome. Baru-baru ini, perusahaan menyuntikkan dana di sebuah perusahaan ride hailing, Gojek, senilai 300 juta dollar AS atau Rp 4,2 triliun sebagai investasi lanjutan untuk memperkuat lini bisnis digital. 

Dari sisi penjualan, emiten yang melantai di BEI dengan kode TLKM ini berada di peringkat 1.107, profit di peringkat 520, aset di peringkat 1.714, dan nilai pasar di peringkat 821. Pendapatan perusahaan sebesar 9,2 miliar dollar AS, dengan aset 15,8 miliar dollar AS, dan keuntungan 1,3 miliar dollar AS.
 

Bank Negara Indonesia (BNI)

Peringkat kelima lagi lagi dari Bank milik pemerintah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. BNI masuk ke peringkat 1.742 dalam daftar Forbes Global 2000.

Pendapatannya mencapai 5 miliar dollar AS, aset 63,4 miliar dollar AS, dan keuntungannya sebesar 225,6 juta dollar AS. Dari daftar Forbes, emiten berkode saham BBNI ini berada di peringkat 1.853 dari sisi penjualan, dan aset di peringkat 581. BNI juga masuk dalam jajaran World Best Banks 2021.
 

Gudang Garam

PT Gudang Garam Tbk bergerak di bidang manufaktur dan perdagangan rokok. Pabrik rokok ini masuk di peringkat 1.760 dalam daftar. Dari sisi penjualan, Gudang Garam berada di peringkat 1.269. Sementara keuntungannya masuk di peringkat 1.196.

Pendapatan emiten berkode GGRM ini berada pada kisaran 7,9 miliar dollar AS dengan aset sebesar 5,6 miliar dollar AS dan keuntungan sebesar 525,9 juta dollar AS.