Susah Nggak Sih, Bangun Bisnis Jangka Panjang Sebagai Solopreneur?

Solopreneur Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Ketika membayangkan bisnis yang sukses, pasti pikiranmu akan langsung tertuju kepada perusahaan yang besar dengan ribuan pekerja. Padahal, kesuksesan di dunia bisnis tidak harus terlihat seperti itu, lho. Faktanya, kamu bisa menciptakan bisnis jangka panjang yang sukses dengan bantuan orang lain yang seminimal mungkin, atau bahkan tidak sama sekali.

Percaya atau nggak, kamu tidak selalu perlu mempekerjakan tim yang banyak dan tumbuh menjadi perusahaan multinasional untuk mencapai bisnis yang sukses jangka panjang. Kalau kamu ingin sukses membangun bisnis kecilmu sendiri atau yang biasa disebut solopreneur, kamu bisa terapkan beberapa hal ini, ya!
 

Mulai dengan Visi yang Kuat

Banyak orang bilang bahwa jika kamu tidak memiliki visi, kamu tidak akan bertahan dalam kondisi apapun. Hal itu juga berlaku dalam bisnis. Sederhananya, jika kamu ingin bisnismu bertahan, kamu harus memulai dengan sebuah rencana yang matang. Bagaimana kamu menginginkan bisnismu tumbuh? Kamu ingin bisnismu menjadi apa di 5 hingga 10 tahun ke depan?

Memang tidak menutup kemungkinan saat menjalankan bisnis, kamu akan mengubah dan menyesuaikan rencana di tengah jalan, namun memulai dengan visi dan framework yang kuat juga sangat penting untuk menjadi guidance atau panduan dalam menjalani bisnismu.
Rencana yang kamu bangun harus dibuat serinci mungkin, yang mana akan memudahkan kamu untuk ‘stay on track’ dan tetap termotivasi untuk mencapai tujuan.
 

Perlakukan Bisnismu Seperti Bisnis

Ada perbedaan besar antara bisnis yang nyata dan formal dengan bisnis yang dilakukan karena hobi. Biasanya, hobi adalah sesuatu yang dilakukan di waktu luang. Nah, kalau bisnis, harus jauh terlibat lebih dalam dan harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

Para owner harus mengevaluasi struktur bisnis yang dimiliki dan mengurus perizinan legal yang diperlukan. Menjadi pemilik tunggal adalah solusi paling sederhana ketika kamu ingin bekerja secara independen.


Namun, sebagai pemilik tunggal, kamu bertanggung jawab penuh atas semua keuntungan bahkan hutang yang kamu miliki, termasuk jika kamu terkena gugatan. Nah, kamu bisa membentuk LLC (Limited Liability Company) sebagai perlindungan kewajiban yang tidak ditawarkan oleh kepemilikan perseorangan.

Membuat sesuatu menjadi "resmi" dengan membentuk LLC mungkin terdengar berat dan menakutkan, tetapi ini adalah cara efektif yang memotivasi kamu untuk bekerja keras dalam membangun bisnismu. Dan yang lebih penting, hal ini dapat memberi legitimasi yang lebih besar terhadap bisnismu di mata klien.
 

Diversifikasikan Arus Pendapatan

Jika kamu ingin bisnis yang kamu bangun bisa bertahan lama, pastinya bisnismu perlu menghasilkan uang. Seringkali, owner akan fokus hanya pada satu produk atau jasa sebagai sumber pendapatan mereka. Nah, masalah akan muncul ketika produk atau jasa tersebut tak lagi dibutuhkan di masyarakat atau kalah dengan produk penggantinya. Pada akhirnya, bisnis yang dibangun tidak akan bertahan lama.

Todd Snively, co-founder dari Expert University, berpendapat bahwa bisnis yang baik harus mengandalkan beberapa revenue streams atau sumber pendapatan. Sehingga, saat salah satu sumber pendapatan hilang, bisnis tersebut masih bisa memiliki cara untuk menghasilkan uang.

Pasar berubah sepanjang waktu, begitu juga dengan kebutuhan klien. Semakin beragam sumber pendapatan bisnismu, akan semakin baik kemampuan bisnismu untuk menangani turbulensi pasar atau kondisi kemunduran lainnya.

Kamu bisa melihat ceruk pasar untuk mengidentifikasi cara-cara memperluas sumber pendapatanmu. Selain itu, kamu bisa melihat tren yang sedang ‘happening’ ataupun sesuatu yang bisa menjadi problem solving bagi permasalahan yang dihadapi oleh konsumen.
 

Tau Kapan Harus Melakukan Outsource

Meskipun kamu sangat ingin melakukan semua hal sendiri, namun, kamu tidak akan bisa bekerja seperti itu selamanya. Bagaimanapun, kamu tidak mungkin bisa menjadi ahli dalam segala hal. Bahkan, dengan banyaknya aktivitas bisnis yang harus kamu kerjakan, malah akan jadi berantakan jika kamu memaksakan bekerja sendiri.

Untungnya, dengan adanya opsi freelance atau pilihan outsourcing lainnya, memudahkan untuk menemukan orang yang dapat membantu pekerjaan yang tidak begitu kamu kuasai. Kamu juga bisa menghindari masalah atau komplikasi yang mungkin terjadi saat kamu mempekerjakan karyawan full-time.
 

Membangun Brand yang Tahan Lama

Untuk menentukan apakah bisnismu hanyalah bisnis sampingan atau bisnis yang benar-benar legal, semua kembali lagi kepada niat dalam dirimu sendiri. Meluangkan waktu untuk benar-benar fokus itu memang penting saat membangun bisnis, namun kemampuan kamu untuk bekerja cerdas dan efisien yang akan menentukan apakah bisnismu bisa bertahan atau tidak.

Dengan menjadi solopreneur, kamu juga bisa mendapatkan revenue pribadi yang lebih besar tanpa harus membayar tim atau karyawan untuk dipekerjakan. Walaupun memang ada beberapa keterbatasan, namun bagi sebagian orang, fleksibilitas dan kebebasan yang didapatkan sepadan dengan apa yang menjadi trade-off nya.