Belajar Menciptakan 4 Unique Selling Point Produk Fashion Busana Muslimah dari Elnisha Boutique

Sumber gambar: Screenshot dari link https://www.youtube.com/watch?v=ngx3vNm-gF8

Sumber gambar: Screenshot dari link https://www.youtube.com/watch?v=ngx3vNm-gF8


Kenal sama Mr. Bean? Kalau kenal, kenalannya di mana?

Bagi kamu yang lahir tahun 1980 hingga 1990-an, pasti tahu dan ingat film kocak yang satu ini. Mr. Bean adalah manusia absurd yang minim sekali dialog, tetapi hampir tiap adegannya lucu. 

Pada awal film, tampak sebuah cahaya dari atas, tampak dari atas langit, lalu membesar. Mr. Bean jatuh pas di lingkaran cahaya itu. 

Sampai kini saya terpikir, apakah Mr. Bean ini sejenis alien, ya? Soalnya datangnya tampak dari atas bumi. Menurut kamu sendiri bagaimana? 

Bicara tentang salah satu episode filmnya, suatu ketika, Mr. Bean yang diperankan oleh Rowan Atkinson ini sedang tidak bisa tidur malam. Berbagai usaha dilakukannya agar bisa tidur. 


Nah, dia pun melakukan salah satu cara dengan menghitung domba. Hanya lewat gambar, bukan langsung di peternakan dombanya. 

Gambar domba-domba itu diletakkan di depannya pada sebuah kanvas seperti kanvas lukisan, lalu dia mulai menghitung satu per satu. Saya tidak mau membahas metode menghitung domba itu, tetapi kalau dilihat, rata-rata domba memang berbulu putih bukan? 

Kalau domba warnanya sama semua begitu, kira-kira kita bisa membedakan apa tidak? Mana domba milik Mang Asep? Mana punya Kang Ujang? Mana juga milik Mpok Ndari?

Tentunya ini akan susah. Ini baru bicara domba, padahal domba itu 'kan biasa adanya cuma setahun sekali. Itu contohnya domba panjat pinang atau domba lari karung. Tidak tiap hari bukan? 

Baca Juga: Membangun Unique Selling Point ala Elnisha Boutique: Tips untuk Bisnis Fashion!


Begitu Pula dengan Dunia Bisnis

Sekarang sudah cukup banyak orang yang berbisnis. Saya tidak tahu jumlah pastinya berapa, karena saya tidak mungkin keliling Indonesia, hitung satu per satu jumlah pengusaha di Indonesia. Capek lutut, lah. 

Namun, yang jelas, usaha-usaha yang ada seringnya mirip-mirip. Contoh saja, di sebuah jalan dekat tempat kerja saya, ada satu yang sudah buka usaha ayam geprek. Malah ada dua. 

Sekarang, tambah satu lagi yang buka usaha yang sama, padahal jaraknya masih termasuk dekat. Persaingan jadi makin tajam, adu rasa di lidah bisa makin kejam. 

Tentang makanan ayam geprek itu, saya kok jadi kasihan dengan ayamnya, ya? Sudah digoreng panas-panas, terus dipukuli sampai agak gepeng lagi. Tampak tidak berperikeayaman. 

Kalau tentang usaha yang sama, saya sendiri juga mengalami. Waktu masih tinggal dengan orang tua di Jogja, bapak dan ibu saya membuka toko kelontong. Alhamdulillah, cukup laris dan banyak pemasukan. 

Dari "honor" saya ikut membantu jaga toko, saya bisa membeli buku-buku pilihan saya. Ketika masih di Jogja, sering datang ke pameran buku. 

Hanya dengan seratus ribu, bisa dapat sampai tujuh buku. Soalnya, bukunya diobral murah, ada yang lima ribu, ada pula yang sepuluh ribu. Ini jelas rupiah, bukan Naira, mata uang Nigeria. 

Kembali ke urusan toko kelontong dan persaingan bisnis. Rupanya, ada satu lagi yang buka toko kelontong juga. Dan, yang buka tersebut adalah tetangga yang temboknya menempel di rumah saya. 

Yap, tepat persis di sebelah rumah saya. Jualannya sama persis, kecuali bensin eceran. Dia mungkin merasa berat harus kulakan terus di pom bensin, makanya tidak ikut menjual.

Dia tidak menjual bensin, solar apalagi avtur. Pasti karena tidak ada pesawat terbang yang lewat jalan situ untuk membeli avtur secara eceran. 

Baca Juga: 4 Cara Cuan Bisnis Fashion dengan Mengembangkan Unique Selling Point ala Elnisha Boutique  
 

Ciri-ciri Unik 

Jika menghadapi bisnis dengan jenis usaha yang sama, maka harus ada keunggulan. Harus ada sesuatu yang lebih dan menjadi ciri-ciri unik. 

Kalau sama semua, maka akan sulit dikenali oleh konsumen. Tentu saja hal itu akan menghambat perkembangan bisnis. Jadi, dibutuhkan yang nama USP. 

Singkatan USP ini bukan berarti flashdisk, kalau yang itu namanya USB. Lho, bukannya kalau ibu hamil biasanya pakai USB? Wah, ini lain lagi ceritanya! 

USP itu mempunyai kepanjangan Unique Selling Point. Dilihat dari definisi yang ada, USP ini terkait dengan keunggulan produk atau bisnis kita dibandingkan produk lainnya. Atau keunggulan yang kita miliki dan produk lain tidak memiliki. 

Dalam artikel yang saya tulis tanpa makan siang ini, akan difokuskan pada suatu jenis bisnis fashion. Lebih tepatnya adalah bisnis fashion busana muslimah. 

Lebih tepatnya lagi adalah Elnisha Boutique yang beberapa kali sudah saya ulas dalam tulisan saya. Meskipun saya sendiri tidak pernah memakai produknya di badan, ya iyalah, tetapi dari sumber-sumber yang ada, bisa kok ditulis ulasannya. 

Terutama sumber-sumber yang ditampilkan dari website Bisnis Muda, baik melalui artikel maupun video tentang Elnisha Boutique ini. 
 

4 Unique Selling Point Elnisha Boutique yang Bisa Kamu Tiru untuk Bisnis Fashionmu!

Setelah menonton video YouTube tentang Elnisha Boutique di website ini, maka saya akan tuliskan 4 Unique Selling Point pada Elnisha Boutique. 
 

1. Punya Aksen Bordir atau Statement Khusus di Produk

Produk-produk busana muslimah dari Elnisha Boutique mempunyai kekhasan, yaitu: ada aksen bordirnya. Ini membuat produk jadi makin menarik. 

Apalagi bagi kaum perempuan atau muslimah yang mendambakan produk yang berbeda. Aksen bordir pastilah berbeda dengan yang lain dan bisa membuat ingatan cukup kuat bagi konsumen tentang produk ini. 
 

2. Tidak Banyak Motif yang Ramai, Tetapi Tetap Terlihat Elegan

Ada kalanya busana yang terlalu ramai atau semarak melebihi semaraknya Tahun Baru, justru membuat pemakainya jadi tidak nyaman. Itu jadi terlalu mencolok, terlalu menjadi pusat perhatian, meskipun dia tidak pernah bilang di bandara, "Perhatian, perhatian!"

Elnisha Boutique menempuh jalur yang lebih simpel. Koleksi busana muslimahnya lebih sederhana, tetapi tetap elegan. Justru kesan sederhana itu yang lebih memperlihatkan apiknya koleksi busana muslimah dari Elnisha Boutique ini.