Banyak Generasi Z di Singapura Terlalu Bebas Lakukan Pinjaman, Bank Sentral Cemas

Generasi Z Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Seiring perkembangan teknologi, proses peminjaman uang pun makin gampang. Enggak heran, Bank Sentral Singapura pun sampai cemas, terutama dengan Generasi Z yang terpantau bebas dalam melakukan pinjaman.

Bahkan, dilansir Bloomberg, banyak pejabat di Singapura enggak yakin konsumen Gen Z bisa membelanjakan uangnya dengan bijak!

Hal itu terjadi seiring semakin populernya layanan BNPL di kalangan anak muda Singapura. Para regulator dan politisi ketakutan kalau aplikasi BNPL bisa “memangsa” generasi Z, yang mungkin masih naif secara finansial.

Di satu sisi, Otoritas Moneter Singapura sebagai bank sentral de-facto negara itu telah meluncurkan peringatan soal metode pembayaran yang bisa menyebabkan utang dan risiko kredit konsumen.

Baca Juga: Jangan Asal Utang, Begini Tips untuk Milenial yang Mau Manfaatkan Kredit Fintech


 

Mengenal BNPL Singapura

Sementara itu, layanan BNPL juga dikenal sebagai pinjaman point-of-sale, yang mana memungkinkan pembeli untuk membagi biaya pembelian selama beberapa bulan tanpa biaya bunga.

Bahkan, layanan tersebut juga membuat barang-barang berharga besar pun tampak bisa terjangkau lho, Be-emers. Berkembang lebih dulu di wilayah barat, kini layanan tersebut mulai berkembang di Singapura dan negara lain di Asia Tenggara.

Bloomberg mencatat, secara global, pasar untuk layanan pembayaran ini diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar US$33,6 miliar pada tahun 2027 dari US$7,3 miliar pada 2019.

Nah, ternyata berdasarkan data BNPL, sebagian besar penggunanya di Singapura berusia antara 20 dan 35 tahun! Hal itu menunjukkan kalau orang-orang muda beralih dari pola pikir tradisional terhadap utang yang dimiliki banyak orang Asia Tenggara.

Misalnya, peritel kayak Sephora dan Zara, yang diketahui menerima pembayaran angsuran, dengan pedagang membayar biaya ke BNPL untuk setiap transaksi.

Perlu disadari pula, pandemi Covid-19 telah mempercepat kebangkitan layanan BNPL di negara dan kota dengan memaksa pedagang serta konsumen online. Hal itu pun yang memungkinkan pembeli untuk mencari penawaran terbaik dengan cepat dan dengan mudah memilih untuk menggunakan metode pembayaran.

Adapun, sebagian besar layanan BNPL biasanya digunakan untuk pembelian dengan nilai lebih kecil. Bloomberg mencatat, 27 persen orang Singapura mengatakan bahwa keadaan mereka secara finansial lebih buruk karena pembelian BNPL!

Meski begitu, orang Singapura mengatakan bahwa mereka secara finansial lebih buruk karena pembelian BNPL lho.

Kamu salah satu yang bijak menggunakan pinjaman enggak nih, Be-emers?