Credit Card Itu Penolong atau Bikin Kantong Bolong Sih?

(Sumber gambar: Image by Mediamodifier from Pixabay)

Like

Melakukan pembayaran di zaman ini jadi semakin mudah aja dengan adanya credit card, paylater dan e-wallet. Dengan begitu mudahnya transaksi menggunakan kartu kredit, jumlah transaksi credit card di Indonesia pun tercatat naik 9,53 persen dari Rp 151,49 triliun menjadi Rp 166,07 triliun dari data statistik sistem pembayaran Bank Indonesia.

"Dengan menggunakan kartu kredit tuh bermanfaat untuk dana darurat di luar kemampuan aku, jadi lebih mudah atur biaya bulanannya", ujar Fitri, seorang dengan posisi pekerjaan Compliance and Risk Manager.

"Kartu kredit bermanfaat banget pas aku travelling ke luar negeri", tegas Ergy, seorang dengan profesi HR Manager.

Berbeda halnya dengan Ben, Support Manager di salah satu startup di Jakarta, "Dulu memang pakai CC (Credit Card) itu bermanfaat, karena setiap kali gesek nggak ada charge, tapi sekarang justru malah kena charge. Apalagi sekarang cicilannya naik 6 persen, kalo aku nunggak sekali saja charge denda yang harus aku keluarkan udah gede banget, yang ada malah gali lubang tutup lubang doang".

Di satu sisi survei Brilio bersama Jakpat, menerangkan 44 persen alasan milenial menggunakan credit card itu karena ada diskon ataupun cashback-nya, mereka mencoba minimalisir pengeluaran dengan mengandalkan promo yang diberikan. Sebanyak 38 persen milenial lebih memilih menggunakan CC untuk dana daruratnya, contohnya seperti biaya perawatan di rumah sakit. Ada 16 persen data menunjukan CC lebih praktis bagi mereka yang cashless. Kemudian, 1 persen sisanya hanya karena status sosial aja.


Selain itu, ada 44 persen alasan milenial yang tidak menggunakan CC karena kepraktisannya malah akan bikin mereka jadi boros. 17 persen dari mereka bukan karena tidak mau menggunakan CC, tapi karena mereka belum di approved oleh pihak bank.  Lalu, 28 persen dari mereka merasa dengan menggunakan CC dapat berpotensi terjerat hutang. Dan 11 persen sisanya merasa takut karena interest yang diberikan oleh CC terlalu tinggi.
 

Bagaimana Cara Kerja Credit Card?

Credit Card (CC) memberikan kemudahan buat kamu bertransaksi dengan memanfaatkan kredit dari pihak bank, tentunya sesuai limit dan jangka waktu yang sudah ditetapkan. Limit credit yang bisa kamu pakai ditetapkan oleh pihak bank. Umumnya limit dilihat dari seberapa besar gajimu per bulannya, makanya saat mengajukan CC dibutuhkan slip gaji.

Sementara itu, jangka waktunya diberikan satu bulan setiap tanggal yang sudah kamu tetapkan, misalnya tanggal 3 atau 28 tagihan akan keluar dan jatuh tempo bisa sekitar 5 hari. Jadi, CC inilah alat penolong kamu melakukan transaksi dalam jangka pendek yang mana itu sebuah kewajiban untuk kamu bayar.

Makanya, sistem penggunaan CC pun sebetulnya gampang. Selama kamu melakukan pelunasan dengan tepat waktu dan menghindari tingginya saldo kredit kamu, maka CC bisa menjadi penolong buat kamu dalam persoalan uang. Tapi jika CC kamu membengkak apalagi sudah melewati jatuh tempo, itu akan jadi pisau buat kamu karena harus bayar denda yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Perlu digarisbawahi kalau menggunakan CC itu tidak salah, selama kamu bisa melunasi tagihan tersebut setiap bulannya. Misalnya kamu mencicil sepeda motor seharga Rp 30 juta, perbulannya kamu sanggup membayar cicilan sekitar 1,5 juta. Nah, selama kamu sanggup membayarnya sebelum tanggal jatuh tempo, kamu tidak akan dikenai denda.

Tapi pastinya akan jadi problem kalau kamu menggunakan CC tapi malah telat lunasinya. Bayangin saja denda yang kamu tanggung, berdasarkan data dari beberapa perbankan nasional biaya keterlambatan pelunasan sebesar 3 persen dari total tagihan kamu perbulannya. Tentunya akan menjadi money trap tanpa kamu sadari!