Rasio Keuangan yang Penting untuk Kamu Ketahui

Rasio Keuangan yang Penting untuk Kamu Ketahui Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Ketika kamu ingin terjun ke dalam dunia investasi dan menjadi investor jangka panjang yang handal, kamu harus mengerti bagaimana cara memilih saham dan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual suatu saham.

Dengan mempelajari rasio keuangan, kamu bisa terbantu untuk lebih mudah menganalisis aspek-aspek seputar saham, misalnya seperti harga wajar saham, pertumbuhan perusahaan, proporsi utang perusahaan, hingga proyeksi hasil atau keuntungan investasi jangka panjang di suatu perusahaan.

Kali ini, Don Cuan ingin menjelaskan tentan 6 rasio keuangan dasar yang penting untuk diketahui oleh para calon investor, yaitu:

 

Earning per Share (EPS)

Menurut buku berjudul Dictionary of Accounting yang ditulis oleh Abdullah, EPS atau earning per share adalah laba atau pendapatan bersih milik perusahaan dibagi per lembar saham yang beredar selama periode satu tahun.

Jika nilai EPS suatu saham perusahaan tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun, maka pertumbuhan perusahaan tersebut tergolong baik dengan pendapatan bersih yang terus meningkat.


Contoh mudahnya adalah jika suatu saham memiliki nilai EPS sebesar Rp 800, maka saham tersebut menghasilkan profit sebesar nilai tersebut per lembarnya.

 

Price to Earning Ratio (PER)

Dilansir dari Big Alpha, price earning ratio atau PER merupakan perbandingan harga saham dengan laba per saham suatu perusahaan. Rasio ini bisa digunakan oleh investor untuk mengetahui apakah harga suatu saham tergolong mahal atau murah.

Analisa mengenai PER yang dimiliki oleh saham perusahaan dapat dilakukan dengan membandingkan PER perusahaan lain dalam jenis industri yang sama.

Jika nilai PER semakin rendah dibandingkan nilai PER rata-rata emiten lainnya, maka hal tersebut dianggap baik karena harga sahamnya cenderung lebih murah.

 

Price to Book Value (PBV)

Secara umum, menurut Invesnesia, rasio PBV atau price to book value merupakan rasio pasar yang membandingkan harga saham dengan nilai buku per lembar sahamnya (book value per share).

Biasanya, rasio PBV digunakan untuk mengetahui valuasi saham perusahaan. Jika suatu saham perusahaan memiliki rasio PBV rendah, maka perusahaan tersebut dianggap undervalued atau murah dan layak untuk dibeli.

Sebaliknya, jika rasio PBV tinggi, maka perusahaan dicap overvalued atau mahal. Namun, lagi-lagi jangan lupa membandingkan dengan emiten pada industri sejenis ya, Be-emers.

 

Return on Equity (ROE)

Menurut Investopedia, return on equity (ROE) atau pengembalian ekuitas adalah rasio efisiensi perusahaan dari segi keuangan.

Semakin tinggi nilai ROE suatu saham, maka perusahaan tersebut semakin baik karena memiliki return saham yang tinggi terhadap modalnya.

Investor menganggap perusahaan dengan ROE tinggi memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengelola modalnya dengan baik dan menghasilkan profit yang besar.

Sebagai investor, kamu perlu menganalisis ROE suatu perusahaan dengan cara membandingkan ROE perusahaan lain dalam industri sejenis serta membandingkan dengan periode sebelumnya.

 

Debt to Equity Ratio (DER)

Dilansir dari Akseleran, DER merupakan rasio utang terhadap ekuitas atau perbandingan jumlah utang dengan ekuitasnya. Nilai DER harus berada pada jumlah yang proporsional, karena utang yang besar merupakan risiko buruk bagi perusahaan.

Untuk menilai apakah perusahaan memiliki rasio utang yang sehat, dapat menggunakan acuan sebagai berikut:

DER > , menandakan utang perusahaan lebih besar dibandingkan ekuitasnya.
DER < 1, menandakan utang perusahaan lebih kecil daripada ekuitasnya.

Dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang baik adalah perusahaan dengan nilai DER kurang dari 1 (DER < 1), karena perusahaan memiliki nilai DER yang masih bisa ditoleransi.

 

Dividend Yield (DY)

Menurut Accurate, dividend yield atau DY merupakan metode pengukuran dividen per lembar saham yang dibagi dengan harga pasar saham. Sederhananya, DY merupakan tingkat keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para pemegang sahamnya.

Para investor jangka panjang umumnya tertarik dengan DY yang tinggi karena mereka mengharapkan return per tahun atau pengembalian yang konsisten. Ketika nilai DY suatu saham tinggi, maka harganya akan meningkat saat pengumuman dividennya.

Ada satu pesan dari Don Cuan, jika kamu menginginkan hasil investasi yang baik, maka berinvestasilah pada perusahaan yang baik juga ya, Be-emers!