Melestarikan Seni Ukir Kamoro

Seni Ukir Kamoro - Image: Bisnis/Himawan L Nugraha

Like

Seni ukir khas Kamoro, Papua, membutuhkan akses pasar khusus sebagai upaya melestarikan warisan kebudayaan tersebut.

Selama ini, publik mengenal seni ukir khas Papua yang dilestarikan oleh suku Asmat. Akan tetapi, suku Kamoro yang juga tinggal di daerah pesisir pun mewarisi kekayaan serupa yang tidak kalah menariknya. Suku ini merupakan satu dari tiga suku di kawasan pesisir Papua yang masih melestarikan seni ukir tradisional dari 255 suku pesisir.

Luluk Intarti, Ketua Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe mengatakan bahwa pihaknya sudah 25 tahun berkarya bersama masyarakat Kamoro di Papua untuk melestarikan warisan leluhur seperti seni ukir, anyaman, dan tari-tarian.

 

Seni Ukir Kamoro - Image: Bisnis/Himawan L Nugraha



“Kami bersama-sama mendukung seniman Kamoro untuk terus mempertahankan dan merawat warisan leluhur mereka yang terancam terdegradasi karena perkembangan zaman. Kita dorong mereka untuk  bangkit lagi lalu digelarlah Festival Kamoro. Tapi setelah berakhir, kita berpikir mau melakukan apa lagi,” tuturnya di sela pembukaan Kamoro Art Exhibition & Sale di Hutan Kota Plataran, Rabu (27/10/2021).


Baca Juga: Ini Cara Pemasaran Produk Ukiran Kamoro

Pada 2007, tuturnya, yayasan yang dia pimpin kemudian berupaya menjual karya ukir dari masyarakat Kamoro. Uang hasil penjualan karya seni itu diserahkan kepada para seniman. Butuh perjuangan ekstra untuk mewujudkan rencana tersebut, termasuk membawa karya tersebut ke wilayah perkotaan karena kawasan Kamoro sebagian besar terhampar di pesisir, rawa-rawa, serta sungai.

 

Seni Ukir Kamoro Image: Bisnis/Himawan L Nugraha


“Pemikiran awal kami, kalau mereka terus berkarya atau memproduksi ukiran tapi tidak bisa memasarkan nanti macet. Jika sudah begitu, maka seni ukiran Kamoro akan punah.  Maka dari itu, ketika berjumpa Freeport, ada dayung bersambut. Kita diajak untuk mendekatkan karya ukir Kamoro dengan para penikmat seni atau pasar di Jakarta karena di sini banyak kolektor,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa suku Kamoro merupakan bagian dari keanekaragaman Indonesia sehingga budaya yang diusung oleh suku ini juga merupakan budaya Indonesia. Dengan merawat budaya tersebut, berarti budaya Indonesia turut terselamatkan.

Baca Juga: Freeport Indonesia Siap Menyokong Pelestarian Seni Ukir Kamoro