Deretan Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Copywriting!

Deretan Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Copywriting! Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Banyak yang mengira bahwa membuat sebuah kalimat untuk memasarkan suatu brand atau produk atau copywriting adalah sebuah hal yang mudah. Padahal, membuat sebuah copy memiliki tantangannya tersendiri lho, Be-emers.

Bahkan, tak jarang terjadi kesalahan-kesalahan umum saat proses copywriting. Untuk itu, sebagai seorang copywriter, kamu harus bisa menghindari kesalahan tersebut agar bisa menciptakan kalimat yang menarik audiens dan konsumen potensial.
 

Lalu, apa saja sih kesalahan umum yang sering terjadi dalam copywriting?

 

Salah Sasaran

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat membuat copy adalah tidak adanya target yang jelas, yang akhirnya membuat copywriting yang dibuat menjadi tidak tersampaikan kepada konsumen potensial yang dituju.

Untuk itu, diperlukan teknik personalized copywriting untuk membuat tulisan yang lebih personal agar lebih berkesan dan menarik bagi audiens yang membaca, sehingga berdampak pula pada peningkatan konversi.
 

Terlalu Fokus dengan Produk

Banyak orang membuat copywriting yang terlalu fokus dengan produknya, seperti terpaku pada deskripsi produk, harga, dan cara pemesanannya. Padahal, hal tersebut cenderung tidak menarik di mata konsumen, lho.

Sebaiknya, kamu mengangkat value dan unique selling point dari brand atau produk yang ditawarkan, dan juga masalah apa yang bisa diselesaikan oleh konsumen dengan menggunakan produkmu. Hal tersebut akan lebih menarik minat konsumen terhadap produk yang kamu tawarkan.
 

Kalimat yang Terlalu Panjang

Jika kamu membuat copywriting yang terlalu panjang dan wordy atau bertele-tele, audiens cenderung akan merasa malas untuk lanjut membaca tulisanmu, yang akan membuat engagement pada akunmu pun tidak akan meningkat.


Sebaiknya, buatlah kalimat copywriting yang mudah dicerna sesuai dengan target audiens dari brand atau produkmu, agar sesuai dengan minat dan preferensi konsumen.
 

Melupakan CTA!

Seperti yang pernah dibahas dalam artikel Bisnis Muda sebelumnya, CTA atau call-to-action memiliki fungsi untuk menarik perhatian audiens dan mengarahkan audiens kepada hal yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Seringkali, copywriter lupa memasukan CTA dalam copy-nya karena terlalu fokus dengan produk dan pesan-pesan lainnya yang ingin disampaikan. Padahal, CTA menjadi salah satu poin penting dalam keberhasilan strategi marketing, misalnya ajakan atau persuasi “Beli Sekarang” atau “Buy Now” yang dapat mempengaruhi konsumen potensial untuk membeli produk yang ditawarkan.

Sudah tau kan kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam copywriting? Jangan sampai terulang lagi ya, Be-emers!