Punya Proyek FlyZero, Inggris Ciptakan Pesawat Tanpa Emisi Bertenaga Hidrogen

FlyZero Illustration Web Bisnis Muda - Image: FlyZero

Like

Upaya serta langkah dalam mewujudkan net zero emission atau nol emisi karbon lagi-lagi datang dari Inggris.

Meski Inggris sudah tidak tergabung lagi dengan Uni Eropa, tapi Inggris diketahui mendukung penuh langkah Uni Eropa untuk pengurangan 100 persen emisi di tahun 2035.

Hal itu dibuktikan dari beberapa optimalisasi yang sudah direalisasikan oleh Inggris, seperti pemberlakuan kebijakan kepemilikan electric charging untuk beberapa rumah serta bangunan baru di Inggris mulai tahun 2022 -seperti yang belum lama ini diumumkan.

Tak berhenti sampai di situ, bahkan kini Inggris diketahui sedang mengusung proyek baru seputar penciptaan pesawat tanpa emisi bertenaga hidrogen, lho Be-emers!

Baca Juga: Inggris Wajibkan Kepemilikan EV Charging untuk Kendaraan pada Rumah dan Bangunan Baru
 

Seputar Proyek FlyZero

Menghimpun SimpleFlying, tepat pada Senin, (06/12/2021) diketahui Institut Teknologi Aerospace (ATI) yang didukung oleh pemerintah Inggris meresmikan peluncuran proyek FlyZero dengan menghadirkan pesawat berukuran sedang bertenaga hidrogen cair yang disinyalir tanpa emisi karbon.


Rencananya, pengembangan pesawat berukuran sedang tersebut akan mampu memiliki kapasitas tempat duduk hingga 279 penumpang dengan kecepatan dan kenyamanan yang hampir sama dengan pesawat berbahan bakar konvensional.

Hebatnya lagi, nantinya konsep FlyZero ini akan mampu membuat pesawat bertenaga hidrogen cair tersebut untuk dapat menghubungkan dua titik penerbangan diseluruh dunia hanya dalam satu pemberhentian untuk mengisi bahan bakar.

Dengan begitu, pihak ATI menyebut bahwa dengan merealisasikan konsep ini dapat menunjukkan potensi hidrogen cair hijau untuk dekarbonisasi tidak hanya pada penerbangan jarak pendek, melainkan juga dapat diperuntukkan untuk konektivitas global.

Pihak ATI juga menambahkan bahwa konsep FlyZero ini teridentifikasi menggunakan teknologi on-board dengan menghadirkan sayap tanpa tangki bahan bakar, sel bahan bakar bertenaga listrik serta turbin gas hidrogen.

Proyek yang diketahui menelan hampir US$19 juta atau sekitar Rp286 miliar tersebut akan mulai dikembangkan oleh ATI dengan target menghadirkan tiga model lain diawal tahun 2022 diantaranya model regional, berbadan sempit (narrow-body) hingga menengah (midsize planes).

Dikesempatan lain, Sekretaris Bisnis Kwasi Kwarteng juga ikut menunjukkan tanggapan positif terkait konsep FlyZero tersebut karena dirasa dapat menjadi pelopor untuk masa depan kedirgantaraan dan penerbangan untuk ikut berpartisipasi dalam upaya nol emisi karbon.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?