Dibilang Hedon? Ini Gejala Kamu Konsumtif dan Cara Mengatasinya

Like

Ada diskon dikit, beli. Tiap ada yang lagi hype, harus banget coba. Barang branded, wajib punya. Kamu termasuk yang sering melakukan hal-hal itu enggak? Kalau iya, wah.. jangan-jangan gaya hidup kamu hedonisme nih!

Kalau kata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sih, hedonisme diartikan sebagai pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Sebenarnya sah-sah aja sih kalau kamu memang penganut hedonisme -yang pahamnya ini berasal dari Bahasa Yunani yaitu “hedone” atau “hedonismeos”.

Namun, seiring berkembangnya zaman, makna hedonisme ini jadi bergeser dan identik banget sama perilaku konsumtif. Perilaku ini ternyata bisa berdampak buruk buat kondisi keuangan. Soalnya, seseorang yang konsumtif biasanya suka beli sesuatu yang sebenarnya dia enggak butuh-butuh banget. Asal senang atau suka, ya beli aja deh.

Kalau kata Perencana Keuangan OneShildt Financial Pandji Harsanto, dilansir dari Bisnis.com, perilaku ini bisa dialami sama semua orang lho. Terutama anak muda yang belum berkeluarga, karena dinilai belum punya tanggungan dan gampang banget kebawa gengsi.

Padahal, perjalanan anak muda itu masih panjang dan penuh tantangan kedepannya. Makanya, sebelum terlambat dan menyesal di kemudian hari karena bisa mendadak bokek, ini cara mengatasi perilaku konsumtif sejak dini yang bisa kamu coba.


Batasi Pengeluaran & Bikin Rekening Khusus
Hal yang berlebihan itu memang enggak baik. Jadi, kadang  hidup ini juga ada yang harus dibatasi. Salah satunya membatasi pengeluaran buat hal-hal yang berbau konsumtif.

FX Iwan, Independent Wealth Management Advisor, bilang kalau ada baiknya kita menetapkan batasan pengeluaran sehari sebelum menerima gaji. Biar bisa sukses membatasi pengeluaran, rekap semua tagihan buat jadi bahan evaluasi.

tapi, gimana kalau hedon-nya sudah akut?



Tenang, ada solusi lain nih yang bisa dicoba buat membatasi pengeluaran. Kamu bisa coba bikin rekening khusus buat hura-hura. Eits, tapi kata Pandji, jangan lupa juga buat mendahulukan anggaran dana darurat, tabungan, atau investasi terlebih dahulu ya!

Menurut Pandji, dengan rekening khusus hedon ini, bisa bikin perilaku konsumtif kita jadi lebih terarah. Asalkan, kalau misalnya anggaran dari rekening khusus ini habis, jangan coba-coba buat ambil dari anggaran lainnya, oke?

Jangan Biasakan Berhutang
Film Confession of Shopaholic (2009) bisa jadi contoh gimana menderitanya sang karakter utama yang terjebak dalam perilaku konsumtif dan terlilit hutang akibat pemakaian kartu kredit berlebihan. Dikenal sebagai “impulse buying”, generasi muda cenderung bisa kena dampak yang sama lho!

Bayangin, kenyamanan teknologi dan akses transaksi bikin kita gampang banget tergoda buat jadi konsumtif. Biar kata lagi enggak punya duit, kita bisa mengandalkan hutang atau pinjaman dari teman, bank via kartu kredit, atau pay later.

Buat kamu yang cenderung konsumtif, kebiasaan berhutang itu bisa bahaya banget buat pola hidup dan kondisi keuangan kamu. Daripada kamu dikejar-kejar debt collector, mending dari sekarang kurang-kurangi deh. Atau kalau bisa, hilangkan kebiasaan berhutang buat hal-hal yang konsumtif ya!

Mulai Coba Investasi
Daripada uang kamu habis gitu aja buat hal-hal yang konsumtif dan cuma bikin senang sesaat doang, mending coba buat investasikan uang kamu. Soalnya, kalau kata Pandji, setiap orang harus punya rencana keuangan yang terarah.

FX Iwan juga menyarankan, biar kita punya yang namanya kebebasan finansial, salah satu caranya adalah punya pendapatan pasif kayak investasi. Sebelum berinvestasi, ada baiknya sih kamu kenali dulu jenis-jenisnya dan risikonya juga. Hal itu biar kamu juga bisa pilih investasi yang sesuai dengan karakter dan kondisi keuangan.