Reset Otak dengan Dopamine Detox, Bagaimana Caranya?

Dopamine detox (sumber gambar: pinterest)

Like

Kita semua pasti ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan dan seru, bukan? Tapi, tahukah kamu bahwa terkadang otak kita terlalu terbiasa dengan kenikmatan seketika yang bisa merugikan kita dalam jangka panjang?

Jangan khawatir, karena ada salah satu konsep menarik yang disebut "dopamine detox" yang bisa membantu kita menipu otak kita sendiri untuk lebih menyukai melakukan hal-hal yang sulit.


Apa Itu Dopamine Detox?

 

Dopamine (Foto: Canva)


Jadi, apa sebenarnya dopamine detox itu? Nah, konsep ini sebenarnya sangat sederhana. Dopamin, salah satu neurotransmitter di otak kita, terkait erat dengan perasaan senang dan kenikmatan.

Ketika kita melakukan sesuatu yang membuat otak melepaskan dopamine, kita merasa bahagia dan puas. Tapi, ketika kita terlalu sering menghadapi rangsangan yang menyenangkan seperti makanan manis, main game, atau menonton film sepanjang hari, otak kita jadi terlalu terbiasa dengan sensasi cepat itu.

Hal tersebut menjadikan kita malas atau kurang termotivasi untuk melakukan hal-hal sulit seperti berolahraga, belajar, dan lain sebagainya.


Baca Juga: Bagaimana Cara Mencapai Hidup Sehat, Bahagia, dan Produktif?

Dopamine detox adalah cara untuk "me-reset" otak kita dan mengurangi ketergantungan pada kenikmatan seketika. Dengan melakukan dopamine detox, kita bisa mengajari otak kita untuk lebih menghargai dan menikmati hal-hal yang lebih sulit dan bermanfaat dalam hidup kita.


Teknik Dopamine Detox


Salah satu teknik yang bisa kita coba adalah membatasi paparan kita terhadap rangsangan yang memberikan kenikmatan instan, seperti media sosial, makanan ringan, atau permainan video.

Kita bisa mengatur waktu khusus untuk melakukan aktivitas ini, sehingga kita memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup kita.
 

Olahraga bisa jadi salah satu dopamine detox (Foto: Canva)


Selanjutnya, kita bisa menantang diri kita sendiri untuk mencoba hal-hal baru dan sulit. Misalnya, jika kita selalu menghindari olahraga karena merasa malas, cobalah untuk memulai rutinitas olahraga yang sederhana.

Meskipun awalnya mungkin terasa sulit dan melelahkan, tetapi lama kelamaan, otak kita akan mulai merespons dengan melepaskan dopamine setiap kali kita berolahraga. Akhirnya, kita akan merasakan kebahagiaan dan kepuasan yang jauh lebih berkelanjutan daripada hanya duduk di depan televisi.

Baca Juga: Awet Muda, Ini Gaya Hidup Tyo Nugros Eks Drummer Dewa 19!

Saat pertama kali mencoba dopamine detox, mungkin akan terasa sulit. Otak kita mungkin merasa tidak nyaman karena tidak mendapatkan dosis dopamine yang biasa.

Tapi jangan khawatir, karena otak kita sangat pintar dalam beradaptasi. Setelah beberapa waktu melakukan aktivitas yang sulit, otak kita akan mulai mengaitkan kepuasan dengan aktivitas-aktivitas ini yang sebelumnya mungkin dianggap sulit atau membosankan.

Selain itu, kita bisa mencoba mengatur tujuan dan reward yang realistis untuk diri kita sendiri. Misalnya, jika kita sedang belajar bahasa baru, kita bisa menetapkan tujuan untuk menguasai beberapa kosakata baru setiap minggu.

Ketika kita mencapai tujuan tersebut, beri diri kita reward, seperti membeli buku baru atau menonton film favorit. Hal ini akan memberikan dorongan positif kepada otak kita dan membuat kita semakin termotivasi untuk terus berusaha.

Jadi, Be-emers, apakah kamu tertarik untuk mencoba dopamine detox? Ingatlah, proses ini mungkin tidak mudah pada awalnya, tetapi dengan ketekunan dan disiplin, kita bisa mengubah kebiasaan kita dan mengambil kendali atas kehidupan kita.

Kita bisa memulai dengan mengurangi paparan terhadap kenikmatan instan dan mencoba tantangan baru yang menantang.

Dengan melakukan ini, kita akan merasakan kebahagiaan dan kepuasan yang jauh lebih dalam dan berkelanjutan. Selamat mencoba, Be-emers!

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.