Jajanan tradisional khas Padang untuk menu berbuka puasa. (Sumber gambar: Hypeabis instagram @damakitchen_)
Like
Setiap Ramadan datang, ada satu kebiasaan yang selalu terulang tanpa pernah direncanakan.
Menjelang magrib, tangan otomatis membuka grup chat.
Isinya hampir selalu sama:
“Hari ini cari takjil di mana?”
Be-emers, sebagai orang yang tinggal di Padang, Sumatra Barat, saya selalu merasa Ramadan punya suasana berbeda ketika waktu berburu takjil tiba.
Jalanan yang biasanya terasa biasa saja mendadak berubah menjadi pusat keramaian yang penuh warna, aroma makanan, dan wajah-wajah yang terlihat lebih sabar dari biasanya.
Di sini, tradisi itu dikenal dengan satu nama: pabukoan.
Ketika Sore Hari Menjadi Waktu Paling Ramai
Sekitar pukul empat sore, aktivitas pabukoan mulai hidup.Pedagang datang membawa meja sederhana, minuman dingin mulai disusun, dan gorengan hangat perlahan memenuhi etalase.
Orang-orang berdatangan bukan hanya untuk membeli makanan berbuka, tetapi juga menikmati suasana Ramadan itu sendiri.
Ada yang datang bersama keluarga, ada yang mampir sepulang kerja, bahkan ada yang sebenarnya tidak terlalu lapar tetapi tetap ingin ikut merasakan momen tersebut.
Entah kenapa, berjalan di antara penjual takjil selalu menghadirkan rasa tenang yang sulit dijelaskan.
Baca Juga: Tetap Es Pisang Ijo: Takjil Favorit yang Ada di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
Bubur Kampiun, Menu yang Selalu Dicari
Kalau Be-emers berkunjung ke Padang saat Ramadan, satu hal yang hampir pasti ditemukan adalah bubur kampiun.Namanya berarti “juara”, dan memang terasa seperti paket lengkap berbuka puasa dalam satu mangkuk. Perpaduan bubur sumsum, ketan hitam, kolak pisang, hingga candil menjadikannya menu favorit banyak orang.
Menariknya, setiap orang biasanya punya penjual bubur kampiun langganan sendiri. Bahkan ada yang rela antre lebih lama demi mendapatkan rasa yang sudah dipercaya sejak dulu.
Bagi banyak warga Padang, bubur kampiun bukan sekadar makanan—ia bagian dari kenangan Ramadan yang terus diulang setiap tahun.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.