Memanfaatkan Tren TikTok "Foolish One" untuk Pengembangan Diri

Dibalik tren TikTok "Foolish One" yang ternyata menyimpan manfaat untuk pengembangan diri

Like

Media sosial merupakan gudang dari segala macam tren yang ada di seluruh dunia, terutama TikTok. Tren di TikTok bukan hanya untuk media hiburan. Saat ini, bahkan banyak kreator yang memanfaatkan tren tersebut sebagai ajang untuk berkreasi dan berekspresi khususnya di kalangan anak muda. 

Belakangan ini, ada salah satu tren di TikTok yang sedang viral. Tren “Foolish One” namanya. Tren tersebut diambil dari judul lagu karya salah satu penyanyi ternama, yaitu Taylor Swift. Makna dari lagu “Foolish One” itu sendiri sebenarnya mengenai seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Sementara itu, arti dari “Foolish One” merujuk sebagai orang yang bodoh.

Berkat kreativitasnya, para kreator di TikTok mengonsepkan lagu tersebut menjadi tren dengan membagikan penyesalan dan kesalahan yang pernah mereka alami pada masa lalu. Ibaratnya, tren tersebut seperti menggambarkan kebodohan atau kecerobohan seseorang karena telah membuat suatu keputusan yang salah.
 

Tren Foolish One di TikTok Bisa untuk Pengembangan Diri

Sebenarnya, ada makna di balik tren “Foolish One” ini. Tren tersebut menjadi pengingat bagi kita untuk tidak melakukan kesalahan yang berulang. Tak hanya itu, tren ini juga punya manfaat yang penting untuk pengembangan diri kita, lho!.

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
 

1. Mengajarkan Kemampuan untuk Berintrospeksi Diri

Bagi sebagian orang, introspeksi diri adalah hal yang sulit dilakukan. Banyak yang menganggap bahwa introspeksi diri itu menakutkan. 


Tren “Foolish One” ini secara tidak langsung membuka pikiran kita pada momen-momen kesalahan, penyesalan, hingga rasa kecewa yang pernah kita alami. Dalam hal ini, kita jadi bisa belajar untuk lebih berintrospeksi pada diri sendiri dengan lebih bijak dalam melakukan sebuah tindakan maupun perkataan.

 

2. Melatih Keberanian Diri Sendiri

Tidak semua orang dapat terbuka dengan orang lain, khususnya dalam hal berbagi cerita. Banyak dari mereka yang kurang berani bahkan tidak punya nyali.

Lewat tren “Foolish One”, kita dapat melatih keberanian diri sendiri untuk bisa berbagi pengalaman dan cerita kepada orang lain. Terutama dalam konteks cerita yang kurang menyenangkan.

Nantinya, kita akan mendapatkan dukungan, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai bentuk pembelajaran serta dapat menciptakan lingkungan yang positif. 

 

3. Membangun Self-Compassion

Self-compassion adalah kemampuan untuk mengenal, memahami, dan memperlakukan diri sendiri dengan lembut dan penuh kasih sayang. Beda dengan self-love, self-compassion didasari oleh rasa empati dan belas kasih untuk membentuk sikap menerima diri dari segala kesalahan dan ketidaksempurnaan.

Tren “Foolish One” mengajarkan kita untuk memahami diri betapa pentingnya belajar dari kesalahan dengan membangun self-compassion. Caranya sangat sederhana, kita bisa awali dengan melakukan atau memosisikan segala sesuatu yang baik serta peduli untuk diri sendiri.

Selalu ingat bahwa setiap kesalahan atau kegagalan itu adalah bagian dari pembelajaran yang selalu datang pada hidup kita. Dengan begitu, kita dapat membangun kesadaran dan membuka pikiran untuk membentuk pribadi yang lebih baik ke depannya.