Begini Cara Mengenalkan Literasi Keuangan Untuk Anak

Literasi keuangan untuk anak, perlukah?

Like

Apakah anak-anak tahu asal uang itu dari mana? Tidak sedikit dari mereka yang menjawab kalau uang itu berasal dari mesin ATM. Jadi ketika mereka merengek minta sesuatu dan orang tua bilang belum ada uangnya, daya ingat anak langsung keluar dan meminta mengambil dari ATM.

Wajar saja kalau anak akan berpikir demikian, karena saking seringnya melihat orangtua mengambil uang pada mesin tersebut. Sayangnya anak tidak diberitahukan darimana asalnya uang tersebut. Mereka tidak tahu kalau orangtua harus bekerja terlebih dahulu barulah uang tersebut bisa didapatkan

Sebetulnya apakah perlu mengenalkan arti uang termasuk dari mana uang berasal dan bagaimana cara mengelola uang kepada anak-anak?

Menurut saya perlu sekali anak belajar mengenai literasi keuangan sejak dini. Jadi, anak-anak tidak hanya tahu kalau uang untuk membeli sesuatu saja melainkan harus berusaha terlebih dahulu. Dengan demikian tertanam nilai-nilai baik pada otak anak dan terbiasa hidup tidak boros karena mendapatkan uang itu susah.

Mengenalkan Literasi Keuangan Lewat Permainan


Buat kamu yang pernah bermain monopoli, ini juga bagus lho dilakukan bersama anak-anak. Buukan hanya hiburan saja yang didapatkan tapi anak juga bisa belajar mengatur strategi dan menghasilkan uang tanpa harus berhutang misalnya. Lalu uang yang dimiliki bisa diinvestasikan melalui rumah yang dibeli. Selain belajar menghasilkan uang dan menabung, melalui permainan ini juga kita bisa belajar berinvestasi.

Kamu juga dapat mengajarkan permainan Cashflow yang dapat diunduh pada gadget. Permainan ini menerapkan prinsip Teori Keuangan Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki. Masih banyak game lainnya yang dapat dimainkan bersama anak.

Atau jika kamu punya uang lebih bisa mengajak anak ke arena permainan seperti kidzania. Di tempat ini anak-anak akan belajar mengenai macam-macam profesi dan cara menghasilkan uang. Anak diharuskan mengerjakan suatu hal terlebih dahulu sebelum mendapatkan gaji. Selain itu juga supaya gaji naik diperlukan peningkatan skill terlebih dahulu. Di tempat ini anak-anak tidak seperti sedang belajar karena semua dilakukan dengan fun tapi bisa menyerap ilmu dengan lebih baik.

Memberikan Uang Saku Mingguan atau Bulanan

Untuk anak yang sudah bersekolah, kamu perlu juga mengajarkan tanggung jawab dengan memberikan uang saku mingguan atau bulanan. Berikan pengertian kalau uang yang diberikan ini harus cukup hingga waktu yang sudah ditentukan dengan demikian anak bisa belajar irit.

Jika ada uang sisa di akhir waktu, tak sedikit juga anak yang ingin menggunakan uang tersebut untuk aneka macam barang yang diinginkan. Nah, di sini peran orangtua perlu memberikan pemahaman lebih. Boleh-boleh saja uang tersebut digunakan untuk membeli keperluan tapi sebaiknya yang benar-benar dibutuhkan saja bukan diinginkan, lebih baik uangnya ditabung karena kebutuhan anak pastinya sudah dipenuhi oleh orangtua.

Mengenalkan Rekening Tabungan di Bank

Sejak dulu anak-anak mengenal menabung itu di celengan. Tapi, jaman sudah berubah mereka pun mengikuti jejak orang dewasa ingin mempunyai buku tabungan di bank beserta ATMnya.

Boleh-boleh saja kok membukakan rekening bank untuk anak apalagi saat ini banyak bank yang sudah mempunyai produk tabungan khusus untuk anak yang dilengkapi dengan gambar-gambar menarik dari tokoh kartun kesayangannya.

Jika sejak kecil sudah belajar menabung, maka ke depannya ketika dewasa diharapkan memiliki kemampuan mengelola finansial dengan baik. Dengan menabung di bank, anak juga bisa mengontrol dirinya dan membantu menyiapkan masa depannya sendiri.

Yuk, ajarkan literasi keuangan pada anak sejak dini, kalau tidak mau hidup di masa dewasanya menjadi tidak teratur.