Panduan Membangun Bisnis Online Bagi Pemula

Ilustrasi bisnis online (Foto: Freepik)

Like

Banyak pelaku usaha yang kini memulai bisnisnya secara online. Selain lebih mudah, bisnis online juga lebih minim modal karena tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar seperti sewa tempat atau gaji pegawai.

Namun, seperti dikutip dari Bisnis.com, bagi pemula yang ingin memulai bisnis online, ada empat langkah yang harus diperhatikan agar bisnis tersebut dapat berkembang. Berikut tips yang disampaikan oleh Pakar Digital Marketing Denny Santoso di channel youtube nya.


1. Pastikan produk Anda laku

Menurutnya, saat memutuskan untuk memulai bisnis, seorang pelaku usaha harus memastikan bahwa produk yang dijual tersebut laku dipasaran atau sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri. Karena itu penting membuat survey kecil-kecilan untuk memastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Penting untuk membuat product market fit (PMF), cek bahwa orang ketika kita membuat produk ini mereka mau. Setelah mau dan ada pasarnya, baru setelahnya dibuat bisnis. Bisnis ini Anda tidak hanya menjual ke satu atau dua orang lagi, tapi ketika Anda mau membuatnya besar dan melayani banyak orang, itu baru bisnis,” terangnya.


2. Cari tahu channel distribusi

Setelah memastikan bahwa produk tersebut laku dan ada pasarnya, maka buat saluran distribusi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Misalnya saja dengan membuat akun di berbagai marketplace dan media sosial mulai dari instagram, facebook, youtube, twitter, google, whatsapp.

“Agar target marketnya lebih tepat, maka pelaku usaha bisa memasang iklan di instagram ads, facebook ads, atau mungkin bisa pasang iklan di website media online. Dengan iklan, target market kita akan lebih jelas dan terarah. Temukan dimana target market kita, di situ kita bisa beriklan,” ujarnya.


3. Buat konten yang menarik

Dalam penjualan online, konten itu  merupakan jembatan antara produk dan pasar. Kalau mau beli barang secara offline, biasanya pembelian akan datang langsung, memegang, mencoba, lalu tertarik dan beli.


Namun, ketika berbicara penjualan online, maka semua tentang konten. Bagaimana kita sebagai penjual bisa menyampaikan value atau kelebihan produk kita kepada konsumen itu melalui konten, copywriting.

“Kalau produk tidak laku, padahal no 1 sudah selesai (produk dan pasarnya jelas), maka permasalahan ada di konten. Konten itu sebagai hook, story yang dilihat dan dibaca oleh konsumen mengenai produk yang ingin kita jual. Kalau produk tidak laku, maka coba perhatikan konten, apakah sudah benar atau masih perlu diperbaiki,” terangnya.

Lebih lanjut Denny mengatakan bahwa konten itu bukan hanya sekadar informasi mengenai diskon sekian atau promo ini itu. Tetapi lebih kepada value yang mampu mewujudkan impian dan menyelesaikan permasalahan dari costumer.

Misalnya, ketika menjual produk penurun berat badan, konten itu bukan hanya tentang cara gampang menurunkan berat badan saja, tetapi menyampaikan bahwa ketika berat badan turun, badan menjadi lebih ideal sehingga lebih mudah mencari pasangan, atau bisa sembuh dari penyakit ketika berat badan sudah ideal.


4. Terapkan marketing funnel

Banyak pelaku usaha online yang belum memahami dan menerapkan marketing funnel yaitu perjalanan pelanggan atau customer journey dari awal melihat iklan produk hingga akhirnya membeli produk atau barang yang ditawarkan.

Dalam strategi marketing funnel ini, pelaku usaha harus membuat sesuatu yang menarik rasa penasaran dari calon customer hingga dia mau terus mengikuti perjalanan tersebut.

Misalnya, ketika pelaku usaha memasang iklan di instagram ads, maka calon customer tertarik melihatnya dan mengklik tautan, kemudian pelanggan diantar menuju ke landing page yang berisi konten lead magnet  yang menarik pengunjung.

“Kalau tertarik, maka pelanggan akan mengontak nomer whatsapp yang ada untuk bertanya dan membeli. Namun jika dia belum tertarik, maka siapkan ads retargeting yaitu iklan yang “menghantui” si customer hingga akhirnya dia tertarik dan menghubungi nomor kontak,” ujarnya.

Setelah nomor kontak didapatkan, ada customer yang langsung membeli dan tidak. Maka di sini penjual sudah mendapatkan list building, dari situ bisa digunakan untuk memberikan edukasi atau menyampaikan informasi produk yang cocok dan menarik baginya.

“Maka disini, pelaku usaha harus dapat mendesain customer journer tersebut dan cari tahu funnel mana yang paling cocok dan bekerja untuk bisnis Anda. Bisa saja video iklan tidak hanya satu tetapi ada tiga atau enam, baru kemudian diarahkan ke landing page. Itu disesuaikan dengan target market,” tuturnya.