Sekilas Kisah Skandal Enron

Enron (Sumber gambar: en.wikipedia.org)

Enron (Sumber gambar: en.wikipedia.org)

Like

Ini merupakan kisah lama, dan hampir semua orang mengetahuinya. Saking sudah populernya kisah ini, mungkin saja sebagian orang sudah agak bosan membacanya.

Akan tetapi, kasus Enron tetap dapat menjadi pelajaran bagi semua pelaku bisnis dan akuntan hingga saat ini supaya melakukan kegiatan bisnis dengan kejujuran serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik – baiknya karena bisnis berkaitan dengan berbagai pihak atau stakeholder. Ketika bisnis gagal dalam menjaga reputasinya, maka akan dapat berdampak pada hilangnya kepercayaan stakeholder terhadap institusi bisnis tersebut.

Mengutip dari Wikipedia, skandal Enron yang muncul pada bulan Oktober 2001 adalah sebuah skandal besar yang menyebabkan kebangkrutan perusahaan energi Enron, yang berbasis di Houston, Texas. Skandal ini juga menyeret lembaga audit dan akuntansi Arthur Andersen, sehingga harus dibubarkan. Meskipun, Arthur Andersen adalah salah satu dari lima lembaga audit dan akuntansi terbesar di dunia saat itu.

Sejarah Singkat Enron
Berikut ini adalah sejarah singkat Enron berdasarkan Wikipedia:

Enron merupakan hasil dari merger dua perusahaan gas alam, Houston Natural Gas dan InterNorth. Merger ini dilakukan oleh pebisnis Kenneth Lay pada tahun 1985.[1] Pada awal tahun 1990-an, Lay menginisiasi penentuan harga pasar untuk listrik serta mendorong Kongres Amerika Serikat melakukan deregulasi terkait penjualan gas alam. Hal ini memungkinkan Enron untuk menjual energi dengan harga yang lebih tinggi sehingga berpengaruh positif terhadap keuntungan perusahaan.


Kesuksesan ini menempatkan Enron sebagai produsen gas alam terbesar di Amerika Utara sejak 1992 dengan memiliki kontrak senilai 122 juta dollar Amerika Serikat. Dalam perkembangan usahanya, Enron melakukan strategi diversifikasi dengan merambah bisnis pembangkit tenaga listrik, parbrik pulp dan kertas, pengolahan air bersih, dan layanan broadband di seluruh dunia. Termasuk juga mendirikan pembangkit tenaga listrik di negara lain seperti di Filipina, Indonesia, dan India.

Latar Belakang Penyebab
Laporan keuangan Enron yang kompleks menimbulkan pertanyaan dari pemegang saham dan analis. Model bisnis dan praktik-praktik tidak etis dari perusahaan ini, antara lain menampilkan data penghasilan yang tidak sebenarnya serta modifikasi neraca keuangan demi memperoleh penilaian kinerja keuangan yang positif. Kombinasi dari sekian banyak isu ini kemudian menyebabkan kebangkrutan Enron. Di samping itu Enron menerapkan praktik akuntansi yang dikenal sebagai mark-to-market accounting dimana pencatatan aset didasarkan pada nilai pasar bukan pada nilai bukunya. Praktik akuntansi ini juga memungkinkan Enron melaporkan profit berdasarkan proyeksi bisnis bukan berdasar profit sebenarnya.

Kronologi Kasus Enron
Berikut ini merupakan awal mula kisah Enron dengan mengutip tulisan yang disusun oleh Hafika Hadiyanti:

Pada tahun 1997 Enron membeli perusahaan pembangkit listrik “Portland General Electric Corp” senilai $ 2 milyar. Sebelum tahun 1997 berakhir, manajemen mengubah perusahaan tersebut menjadi “Enron Capital and Trade Resources” yang menjadi perusahaan Amerika terbesar yang memperjualbelikan gas alam serta listrik. Pendapatan meningkat drastis dari $ 2 milyar menjadi $ 7 milyar dengan karyawan yang juga tumbuh dari 200 orang menjadi 2.000 orang.

Tidak cukup dengan prestasi tersebut, Enron membentuk pula “Enron Online” (EOL) pada bulan oktober 1999. EOL merupakan unit usaha Enron yang secara online memasarkan produk energi secara elektronik lewat website. Dalam sekejap, EOL berhasil melaksanakan transaksi senilai $ 335 milyar pada tahun 2000. Pada Januari 2000, Enron mengumumkan sebuah rencana besar yang amat ambisius untuk membangun jaringan elektronik broadbrand yang berkecepatan tinggi (high speed broadbrand) dengan kapasitas jaringan penjualan brandwidth untuk melakukan penjualan gas serta listrik. Enron membiayai ratusan juta dollar guna melaksanakan program ini, walaupun keuntungannya belum nampak, namun harga saham Enron di Wall Street melonjak menjadi $ 40, bahkan meningkat menjadi $ 90,56, sehingga Enron dinyatakan oleh majalah Fortune maupun media lain sebagai “one of the most admired and innovative companies in the world” (Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif) selama enam tahun berturut-turut.

Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif. Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan perlindungan. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka. Tuntutan hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnis yang lebih luas.


Beberapa Fakta di Dalam Skandal Enron
Di dalam kronologis skandal Enron terungkap beberapa fakta penting. Berikut ini beberapa fakta penting di dalam skandal Enron berdasarkan HIMANIA UI:

- Pada tahun 2001, terkuak bahwa Enron melakukan kecurangan dan memiliki banyak utang yang disembunyikan.
- Enron melakukan manipulasi untuk mempercantik laporan keuangan perusahaan.
- Terkuaknya kasus ini pun berakibat pada perginya investor hingga saham Enron turun drastis ke level US$ 0.26.
- Pada Januari 2002, investigasi terkait kasus ini pun dilakukan.
- Kasus ini menyeret KAP Arthur Anderser sebagai akuntan yang memberikan jasa audit dan konsultasi kepada Enron. Keduanya melakukan penipuan akuntansi pada Laporan Keuangan Enron.
- Enron melakukan beberapa pelanggaran, antara lain:
1. Menggelembungkan nilai pendapatan Mariner Energy (anak usaha Enron) dari US$ 185 juta menjadi US$ 366 juta. Tercatat sebesar US$ 181 juta merupakan pendapatan fiktif.
2. Meminjam dalam jumlah besar untuk dana operasional yang tidak dicatat sebagai utang. Sebagian pinjaman ini (sekitar US$ 8 miliar) sengaja disalahklasifikasikan sebagai perdagangan energi berjangka (trades of energy futures). Dana pinjaman lainnya diberi judul “arus kas dari kegiatan perdagangan” (“cash flow from trading activities”).
3. Enron menyalahgunakan Special-Purpose Entities(SPE) di antaranya untuk menyembunyikan kerugian besar di anak perusahaan yang dimiliki Enron dengan menciptakan agreement tertentu untuk menutup kerugian anak perusahaannya.
- Fakta lainnya menurut Wikipedia adalah salah satu eksekutif Enron, Jeffrey Skilling, mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO Enron pada tanggal 14 Agustus setelah berada di posisi tersebut hanya enam bulan. Skilling menyebutkan alasan pribadi sebagai dasar pengunduran dirinya tersebut. Namun, pengamat memperhatikan bahwa beberapa bulan sebelum pengunduran diri tersebut, Skilling telah menjual 450.000 lembar saham Enron miliknya senilai $33 juta. Meski begitu, Kenneth Lay yang menjabat sebagai chairman Enron memastikan bahwa tidak ada permasalahan di dalam kinerja perusahaan di balik pengunduran diri Skilling. Lay kemudian mengambil alih peran sebagai CEO.

Berdasarkan kronologi dan fakta – fakta yang terdapat dalam kasus Enron, dapat disimpulkan bahwa segala kecurangan yang terjadi di dalam suatu bisnis adalah sesuatu yang sulit untuk ditutupi. Meskipun dalam beberapa hal tampaknya dapat diatasi oleh manajemen Enron, namun pada akhirnya kasus tersebut terungkap oleh publik. Bahkan, segala sesuatu yang ditutupi tersebut pada akhirnya menjadi kasus yang terus menggelinding hingga bangkrutnya institusi bisnis tersebut.