5 Cara Membuat Komunitas Fashion untuk Bisnis Supaya Cuan Maksimal ala Sabuya

5 Cara Membuat Komunitas Fashion Ala Sabuya untuk bisnis yang Cuan Maksimal. Sumber Gambar Sabuya

5 Cara Membuat Komunitas Fashion Ala Sabuya untuk bisnis yang Cuan Maksimal. Sumber Gambar Sabuya

Be-emers, komunitas fashion dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berinteraksi dengan suatu produk fashion tertentu. Tetapi lebih dari sekadar membeli produknya, di komunitas ini, antar pelanggan ini dapat saling berinteraksi, berbagi inspirasi, merekomendasikan, dan berbagi pengalaman. 
 
Komunitas fashion ini dapat semakin meningkatkan kecintaan komunitas tersebut terhadap produk yang dimaksud.
 
Adanya komunitas ini juga dapat menguntungkan antara pemilik brand fashion dan komunitas.
 
Wah, menarik ya? Enggak heran sekarang komunitas fashion tertentu semakin marak. Lalu gimana sih cara membuat komunitas produk fashion? Yuk ikuti tips dari Sabuya.
 

Komunitas Fashion Memberikan Keuntungan untuk Produk

Be-emers, data dari McKinsey, dikutip dari wordstream.com adanya komunitas fashion ini sangat bermanfaat. 
 
Manfaatnya antara lain: 
  1. Lebih dari 75% konten yang berkaitan dengan fashion tersebut dibuat oleh komunitas, bukan pemilik brand 
  2. Beberapa diantara konten yang dibuat oleh komunitas tersebut viral.
  3. Ada lebih dari 2% influencer di antara orang-orang yang tergabung di komunitas tersebut. Yang influencer ini bersedia dengan sukarela untuk melakukan aktivitas review produk, juga membagikan, menyukai, dan mengomentari konten-konten yang dibuat fashion yang berkaitan.
Maka, dengan adanya komunitas fashion dalam produk fashion tersebut, pemilik brand dapat mengurangi biaya pemasaran, yang biaya pemasaran tersebut dapat dikembalikan lagi ke pelanggan dalam bentuk diskon, potongan harga, kenaikan kualitas, atau lain sebagainya. 
 
 

5 Cara Membuat Komunitas Fashion untuk Bisnis Supaya Cuan Maksimal ala Sabuya

Berikut adalah cara membuat komunitas fashion untuk bisnis supaya cuan maksimal: 
 

1. Pahami Pelanggan

Sabuya paham, ada pelanggan-pelanggan yang suka dengan sesuatu yang berkaitan dengan budaya Indonesia, terutama kain-kain dan bahan-bahan etniknya. 
 
Sabuya juga paham, bahwa kain dan bahan etnik tersebut dapat dibuat menjadi fashion-fashion yang kekinian dan modern yang sesuai dengan selera dan keinginan pelanggan saat ini.
 
Selain itu, Sabuya juga paham cara memadu-padankan fashion tersebut dari berbagai jenis kain dan bahan etnik. Sehingga tercipta dari etnik tetapi sesuatu yang baru dan segar.
 

2. Visual Brand yang Kuat 

Menurut gambaranbrand.com, orang lebih mudah mengingat visual daripada teks. 
 
Oleh karena itu visual brand yang kuat lebih mudah dikenal dan diingat oleh orang. Kemudahan ini akan memudahkan orang-orang pecinta fashion tersebut untuk membentuk suatu komunitas.
 
Pemilihan visual brand ini dapat dilakukan dengan memilih nama merek, logo merek, foto-foto produk yang khas, hingga promosi yang khas di media promosi, media offline maupun online
 
Pemilihan visual yang baik ini juga dilakukan oleh Sabuya, baik melalui logo atau pun foto-foto produknya.
 

3. Visi dan Misi Kuat

Untuk memudahkan pelanggan membentuk komunitas, brand fashion juga harus memiliki visi dan misi yang kuat.
 
Visi dan misi yang kuat, pelanggan yang merasa satu misi dan satu visi akan dengan sukarela bergabung dengan brand tersebut.  
 
Visi dan misi yang kuat ini juga dimiliki oleh Sabuya. Antara lain dapat dilihat di tag line-nya yaitu “Modern design meet traditional handwoven”