Pertimbangan Nikah Muda vs Mapan: 5 Cara Mengelola Keuangan yang Bisa Diterapkan!

Like

5 Cara Mengelola Keuangan Pasangan Baru yang Bisa Diterapkan

Berikut adalah 5 cara mengelola keuangan pasangan baru yang bisa kamu terapkan supaya punya kondisi finansial yang baik: 
 

1. Perbaiki Kebiasaan Salah

Be-emers, mengelola keuangan bukan hanya tentang menyatukan pendapatan, mengatur pengeluaran, dan mendapat tambahan penghasilan. Lebih dari satu kita harus menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang salah. 

Misalnya gaya hidup biasa minum kopi di Caffe A, biasa pakai barang mewah dan tidak mau kompromi, biasa hidup mengutamakan sosial dan ikut gaya kelompok, dan sebagainya.
 

2. Komunikasi

Komunikasi itu keahlian yang wajib terus diasah, termasuk komunikasi kepada pasangan.

Selain membahas isi dari komunikasi itu sendiri. Misalnya membahas pendapatan, pengeluaran, dan investasi bersama.

Be-emers, juga harus terus mengasah keahlian di teknik komunikasinya. Misalnya tidak ngotot, tidak pakai “pokoknya”, tidak juga mengalah berlebihan, lebih mengutamakan tujuan dan kebaikan bersama, dan terus berlatih agar tujuan yang baik itu bisa dilaksanakan. 
 

3. Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi

Selanjutnya Be-emers, jangan lelah untuk terus lakukan perencanaan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi bersama secara terus-menerus.


Gunakan berbagai alat bantu, baik catatan manual atau digital untuk memudahkan. Dan saling mengaudit atau mengontrol jika ada pengeluaran yang dirasa sudah berlebihan.
 

4. Disiplin dan Jaga Privasi

Yang lumayan butuh effort dalam mengelola keuangan adalah wajib disiplin. Sebagus apapun perencana, kalau tidak disiplin, selain akan menyebabkan kegagalan juga akan menyebabkan stress mental karena beban.

Dan tetap berhak untuk jaga privasi keuangan masing-masing pasangan ya Be-emers.


5. Ikhlas dan reward

Mengelola uang untuk diri sendiri mungkin sedikit lebih mudah daripada bersama pasangan. Karena minimal semuanya diputuskan sendiri. Berbeda jika sudah ada pasangan. Harus diputuskan bersama, beda pendapat, beda tingkat kedisiplinan, dan sebagainya.

Ini akan bisa menambah tingkat stres. Untuk mengatasi hal ini karena bagaimanapun rumah tangga dalam pernikahan itu bukan perusahaan ya Be-emers, latihlah diri sendiri untuk ikhlas, dan berilah batas ambang jika sesuatunya melenceng dari target. 

Selain itu, biasakan juga untuk memberi reward karena telah bekerja keras.









---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung