Contoh karakter-karakter dalam sitcom (Sumber: IMDb dan Netflix)
Kadang di momen tertentu bikin kita ngerasa kayak jadi karakter film yang 5 menit lagi harus menyelamatkan bumi dari monster. Hal-hal kecil kayak gitu kadang muncul ketika lagi bengong di ojol atau lagi nungguin di peron stasiun buat naik kereta selanjutnya.
Sampai suatu hari bikin kepikiran kalau kita jadi suatu karakter sitcom, personality kita bakal kayak gimana ya?
Jadi introvert yang diam-diam merhatiin sekitarnya atau si extrovert yang kerja lembur bagai kuda supaya besoknya bisa leha-leha?
5 Karakter Sitcom Kalau Ada di Dunia Nyata, Kamu Relate yang Mana?
1. Michael Scott | The Office
Michael termasuk ekstrovert yang suka banget curi perhatian semua orang dan suka mikir kalo dirinya itu mampu buat mengatasi seluruh masalah di kantornya, meskipun tidak jarang juga masalah kantor itu datang dari dirinya.
Tapi, semua jokes bapak-bapak nya dia apalagi keputusan impulsif spontan, Michael cuma butuh untuk bisa diterima oleh rekan kerja. Kalau kata dia itu,
“Do I need to be liked? Absolutely not. I like to be liked. I enjoy being liked. I have to be liked. But it’s not like this compulsive need like my need to be praised”, -Season 4, The Office.
Dari semua tingkah laku nya, seperti sering enggak profesional dan paling berisik, Michael pengen banget semuanya suka sama dia karena dia gak bakal berhenti sampai kita bisa terima dia.
Meski sering salah langkah, Michael enggak pernah berniat untuk jahat ke teman-teman yang masih menganggap terganggu atas kehadiran dia, walau kadang caranya salah.
“Would I rather be feared or loved? Easy. Both. I want people to be afraid of how much they love me” -Season 2, Episode 6, The Office.
Kalau kamu cocok dengan karakter Michael Scott, itu berarti kamu merepresentasikan orang yang pengen disayang dan dianggap penting.
Kadang kamu cringe, salah baca situasi, tapi sebenernya niatmu itu tulus. Kamu juga bisa hidup dari tawa, perhatian, dan hubungan dengan orang-orang sekitar.
2. Sheldon Cooper | The Big Bang Theory
Apalagi, Sheldon seperti hidup di kepalanya sendiri yang buat dunia itu harus masuk akal dan dia gak bakal berhenti argumen kalau dia merasa pilihan dia itu hal yang benar.
Sulit buat pahamin candaan terkini dan sering sarkasme ke orang lain jadi kepribadian yang khas dari seorang Sheldon.
“I’m not crazy. My mother had me tested.” -Season 4, Episode 14, The Big Bang Theory.
Walaupun perilaku nya sering absurd dan suka bikin bingung, Sheldon itu termasuk seseorang yang selalu ngungkapin jujur soal perasaannya ke orang lain.
Apalagi kalau lagi debat soal sains, Sheldon akan maju paling depan buat ngobrol masalah fisika.
“Good Morning, everyone, and Welcome to ‘Science and Society.’ I’m Dr. Sheldon Cooper, BS, MS, MA, Ph.D, and ScD. OMG, right?” -Season 4, Episode 13, The Big Bang Theory.
Karakter Sheldon Cooper itu merepresentasikan logika dan rutinitas. Kamu yang nyaman dengan pola, aturan, dan dunia yang bisa diprediksi itu bisa jadi cocok dengan pribadi Sheldon.
Perasaan bukan hal utama, tapi kamu juga belajar mencintai dengan caramu sendiri, walau caranya out of the box.
3. Adi Putranto | Tetangga Masa Gitu?
“Gudegnya saya bawa pulang ya, biar ga mubazir," saat tetangga sebelah lagi bertengkar.
Secara karakter, Mas Adi digambarkan sebagai sosok logis dan hemat. Dia sering jadi “rem” ketika Angel (Istrinya) terlalu impulsif atau emosional.
Bukan tipe yang puitis atau romantis berlebihan, tapi justru Mas Adi kelihatan cintanya dari hal-hal kecil, mulai dari mikirin biaya hidup, ngingetin soal prioritas, dan itu yang bikin rumah tangga mereka bertahan walau sering kena omel istrinya.
Di dalam sitcomnya, Mas Adi adalah seseorang datar dan realistis jadi kontras lucu sama kelakuan istrinya. Banyak punchline justru lahir dari ekspresi pasrah, tatapan kosong, atau kalimat jujur yang terlalu nyata.
Karakter Mas Adi itu merepresentasikan realita. Kamu bukan yang paling vokal, tapi kamu juga masih bertahan. Cinta kamu akan kelihatan dari tanggung jawab, kesabaran, dan usaha buat tetap jalan bareng sama keluarga.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.