Teknik Bertahan Hidup di Laut Lepas yang Harus Dipahami Pekerja Offshore

Teknik Bertahan Hidup di Offshore (Sumber gambar: Shasolo.com)

Teknik Bertahan Hidup di Offshore (Sumber gambar: Shasolo.com)


Satu dari sekian banyak pekerjaan yang membutuhkan keterampilan bertahan hidup yang baik adalah petugas migas terutama bagi mereka yang bekerja di offshore.


Apa Itu Offshore?

Offshore adalah istilah untuk area atau lokasi kerja yang berada di lepas pantai di tengah laut, dan jauh dari daratan.

Dari definisi singkat ini, Be-emers pastinya sepakat jika pekerja migas di offshore wajib memiliki keterampilan bertahan hidup yang baik.

Tidak ada kompromi untuk hal ini. Hal ini wajar mengingat keterampilan bertahan hidup yang baik dapat membantu Be-emers untuk terhindar dari berbagai risiko tinggi. Adapun risiko tinggi yang dimaksud seperti:

  • Terdampar jauh dari daratan misalnya 50-200 km dari pantai.
  • Kecelakaan helikopter saat mobilisasi.
  • Kecelakaan kerja saat menghadapi cuaca ekstrem, gelombang tinggi, atau bahkan potensi kebakaran.

Keterampilan bertahan hidup ini wajib dimiliki untuk mereka yang bekerja sebagai teknisi minyak dan gas, engineer platform, operator rig, awak helikopter, teknik maintenance, HSE officer, dan lain sebagainya yang lokasi kerjanya berada di lepas pantai di tengah laut.

Lantas, apa saja metode bertahan hidup di tengah lautan luas yang harus kamu pahami?


5 Teknik Bertahan Hidup di Laut Lepas yang Bisa Kamu Terapkan

Berikut adalah 5 teknik bertahan hidup di laut terbuka yang bisa kamu terapkan: 


1. Menerapkan Metode STOP

Teknik pertama yang harus kamu mesti pelajari dan pahami dengan baik adalah mengetahui apa itu metode STOP.



Metode STOP adalah metode yang terdiri dari empat proses penting, yakni Stop, Think, Observe, dan Plan. Metode ini biasanya akan Be-emers pelajari banyak saat mengikuti sertifikasi basic sea survival dari Lembaga Sertifikasi tertentu.

STOP adalah metode yang dapat membantu Be-emers untuk mengendalikan adrenalin yang muncul ketika berada di dalam kondisi darurat.

Pengendalian adrenalin yang baik ini akan membantu kamu untuk terhindar dari keputusan impulsif yang berujung pada pembuangan energi sia-sia.

Mempelajari metode STOP akan menjadikan kamu pribadi yang tidak reaktif, tidak panikan, dan mampu mengambil keputusan jernih, cepat, dan tepat terlebih di saat kondisi darurat datang.

Prioritas utama dari metode ini adalah memastikan kamu tidak membuang energi dengan sia-sia.
 

2. Menguasai Teknik Mengapung

Teknik bertahan hidup di air terbuka lainnya adalah mengapung. Sesuai dengan namanya, teknik ini mengajarkan kamu untuk bisa mengapung di atas permukaan air.

Terdapat dua teknik mengapung yang harus Be-emers pahami dengan baik. Dua teknik mengapung itu adalah back float yang biasa digunakan untuk mengapung di kondisi air tenang, dan survival float yang biasa digunakan untuk mengapung di kondisi air bergelombang.

Back float dapat dilakukan dengan cara berbaring telentang dengan kepala tetap di atas permukaan air, membiarkan tubuh rileks, dan mengapung secara alami.

Sedangkan survival float dapat dilakukan mengapung tengkurap, dengan wajah menghadap air, mengangkat kepala sebentar untuk mengambil napas, lalu menghembuskannya di bawah air.