Aktivitas konsumsi masyarakat tergambarkan dalam Indeks Keyakinan Konsumen. Sumber: Bisnis Indonesia
Be-emers, Bank Indonesia mengumumkan survei yang menyatakan Indeks Keyakinan Konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat pada Januari 2026. Apa makna dari survei ini?
Dikutip dari dari DataIndonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 poinnya mencapai 127. Kalau poin sudah lebih dari 100 maka angka itu sudah berada di zona optimistis.
Perlu juga diketahui bahwa IKK pada Januari 2026 naik 2,83% dibandingkan Desember 2025 (month to month/MtM) yang mencapai poin 123,5.
Akan tetapi, jika disandingkan dengan Januari 2025 (year on year/YoY) mengalami penurunan 0,16%, karena pada Januari tahun lali, indeks mencapai 127,2 poin.
Apa itu Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)?
Kembali ke laptop, mari kita dalami lebih jauh tentang indeks keyakinan konsumen (IKK). Mengutip Indodax, IKK merupakan hasil survei terhadap rumah tangga mengenai pandangan mereka terhadap kondisi ekonomi.Survei ini melingkupi persepsi konsumen atas penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, kemampuan menabung sampai prospek ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.
Bank Indonesia menggunakan IKK sebagai data analisis stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter. Dengan memahami cara konsumen memandang kondisi ekonomi, BI dapat memetakan potensi pertumbuhan maupun risiko pertumbuhan.
IKK memiliki beberapa fungsi seperti menggambarkan perilaku konsumsi masyarakat. Saat indeks menyentuh level yang tinggi, hal tersebut menandakan bahwa konsumen yakin terhadap pendapat dan kondisi ekonomi, sehingga berani membelanjakan uang yang dimliki.
Sebaliknya tentu saja jika indeks turun menggambarkan sikap kehati-hatian dari konsumen yang jamaknya diikuti dengan pengurangan konsumsi.
Selain fungsi tadi, IKK juga memanggul fungsi lain yakni indikator awal dari siklus ekonomi. Bila terjadi kenaikan indeks secara konsisten maka seringkali diekori oleh peningkatan aktivitas ekonomi. Sebaliknya, bila terjadi penurunan tajam, maka hal itu menjadi alarm perlambatan atau malah resesi ekonomi.
Karena itulah, indeks ini jamak digunakan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan investor guna meneropong arah ekonomi ke depan.
Indeks ini pun membantu pelaku bisnis dalam merencanakan kegiatan produksi dan strategi penjualan. Jika IKK menanjak, perusahaan cenderung lebih agresif memperluas usahanya. Namun ketika indeks anjlok, dunia usaha biasanya menahan ekspansi dan lebih fokus pada penghematan atau efisiensi.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.