Berbuka puasa masih beberapa jam lagi, tetapi kita harus menyiapkan segala sesuatu untuknya. Makanan pembuka atau yang sering disebut dengan takjil sudah menjadi keharusan ada saat berbuka puasa.
Takjil ini pun bisa dibuat sendiri atau beli di pasar, warung pinggir jalan, toko kue, atau pasar beduk.
Dalam memilih takjil, kita pasti mengikuti selera, bukan? Dalam satu keluarga, mungkin setiap anggota menginginkan takjil yang berbeda.
Si adik minta bolu atau cake, kakak minta srikaya, ayah minta laksan, dan ibu minta bakso. Wah, memikirkan beberapa menu itu saja sudah memusingkan apalagi dalam kondisi akhir bulan.
Tugas mengatur menu yang akan dimasak atau dibeli untuk takjil adalah para ibu. Jadi, para ibu juga yang menentukan mau membuat masakan apa untuk takjil.
Biasanya, para ibu akan membuat makanan yang semua anggota keluarga menyukainya. Kerennya, para ibu adalah pembuat keputusan jika kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk membeli takjil di luar.
3 Kuliner Khas yang Jadi Takjil Favoritku di Bulan Ramadan!
Berikut adalah 3 kuliner khas yang jadi takjil favoritku, tertarik coba?
1. Pempek
Pempek dos menjadi menu takjil yang disukai banyak rumah. Bukan hanya di banyak rumah, pempek banyak dicari oleh penikmat kuliner di bulan Ramadan ini. Di daerahku, Sumatera Selatan, pedagang pempek ada di mana-mana. Pasar takjil musiman akan memiliki puluhan pedagang pempek.
Dengan beragam bentuk dan olahannya, pempek selalu menjadi favorit para penikmat kuliner dan pemburu takjil.
Tidak perlu berbahan dasar ikan, pempek dos yang terbuat dari terigu/tepung beras dan sagu dengan isian telur akan sangat laku di sini. Para pemburu takjil akan sangat senang jika bisa menyicipi beragam olahan pempek ini.
Namun, dengan kondisi 'akhir bulan', rasanya para pemburu takjil akan berpikir 2 kali untuk membeli pempek dengan jumlah banyak. Sebab makan 1 atau 2 pempek saja tidak cukup. Jika makan 1, maka ingin makan 2 atau 3 atau lebih lagi.
Mengingat harga pempek yang dijual berkisar 1.000 sampai 3.000 dan ukurannya juga kecil. Makan sedikit tidak terasa nikmatnya, para ibu menggunakan keterampilan mengolah terigu/tepung beras/ sagu tadi menjadi adonan pempek yang diisi kocokan telur.
Membuat pempek dos seperti itu tidak sulit dan bahan yang digunakan sangat terjangkau. Hasilnya, jumlah pempeknya banyak sehingga satu keluarga bisa puas makan pempek.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.