Journaling di Bulan Ramadan (Sumber: Freepik.com)
Dengan periode waktu 30 hari, Bulan Ramadan memberikan kesempatan bagi kita yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengenali diri sendiri. Untuk menata ulang rutinitas dan memperbaiki diri adalah kesempatan yang sangat ditunggu oleh umat muslim di bulan penuh suci ini.
Menjalani kehidupan sehari-hari dengan berpuasa tentunya tidak mudah. Menahan godaan nafsu dan melatih kesabaran sembari beraktivitas di kantor membuat kita bekerja lebih ekstra untuk menjalani kegiatan kita masing-masing.
Seluruh kegiatan ini juga bisa kamu dokumentasikan untuk melihat seluruh perkembangan diri yang kamu lakukan selama bulan puasa ini. Dengan cara yang lebih kreatif, kamu bisa mendokumentasikan kegiatan pribadi dengan melakukan journaling versi bulan Ramadan.
3 Tips Journaling di Bulan Ramadan Supaya Lebih Mindfulness Ketika Puasa
Tapi apa saja ya kira-kira yang bisa ditulis dalam jurnal kita?
1. Mencatat Progres Khatam Al-Quran
Tiga puluh hari bukan waktu yang singkat. Kalau dimanfaatkan dengan sadar, Ramadan bisa menjadi momen terbaik untuk mengenal diri sendiri lebih dalam dan menambah pahala yang berlipat. Tradisi yang kerap dilakukan oleh sebagian besar umat muslim di bulan Ramadan adalah khatam Al-Quran. Khatam Al-Quran di bulan Ramadan adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. Selama 30 hari, kamu bisa membuat target untuk mengkhatamkan 30 Juz Al-Quran sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan journaling, kamu bisa mencatat progres khataman Al-Quran mu dengan lebih kreatif agar kamu juga bisa lebih semangat untuk mencapai target khatam 30 Juz Al-Quran.
Baca Juga: Kelola Stres dengan Gratitude Journal, Yuk Cobain!
2. Tracking Ibadah dan Evaluasi Diri
Nah, enggak hanya progres khatam Al-Quran, kamu bisa sekaligus melakukan tracking kegiatan ibadahmu dengan rapi. Misalnya, mencatat salat tepat waktu, tilawah harian, sedekah, atau kajian yang diikuti.Catatan ini adalah untuk evaluasi pribadi kamu supaya bisa terlihat apa yang masih kurang dan apa yang perlu diperbaiki. Jika suatu hari terasa kurang maksimal, kamu bisa menjadikannya catatan untuk hari berikutnya.
Dengan begitu, kamu tidak hanya menjalani Ramadan secara rutin, tetapi juga lebih sadar dengan perkembangan ibadah yang kamu lakukan setiap harinya.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.