Mau Melamar Beasiswa Luar Negeri, Ini Tips Membuat Esai yang Memikat!

Ilustrasi orang sedang berkuliah (Foto oleh Wildan Zainul Faki: https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-memegang-gaun-akademik-wanita-putih-3660654/)

Ilustrasi orang sedang berkuliah (Foto oleh Wildan Zainul Faki: https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-memegang-gaun-akademik-wanita-putih-3660654/)

Pendidikan adalah sesuatu yang prioritas untuk ditingkatkan. Setiap lulus dari satu tingkat, akan naik ke tingkat lain. Keinginan untuk terus menambah jenjang pendidikan ini sering terbentur oleh faktor ekonomi. Beasiswa menjadi jalur yang sering diincar untuk meningkatkan pendidikan di dalam atau luar negeri.
 
Dalam di masyarakat, mendapatkan beasiswa di luar negeri tidak mudah. Beberapa mahasiswa banyak yang berhasil mendapatkan beasiswa di dalam negeri, tetapi hanya segelintir yang berhasil di luar negeri. Berbagai persyaratan harus dipenuhi, termasuk esai yang akan diajukan.  
 

Mengenal Esai: Salah Satu Syarat Melamar Beasiswa

Polemik tentang video lulusan beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah sedang marak diperbincangkan di media sosial.

Lalu, podcast-podcast mulai banyak yang membicarakan tentang beasiswa. Dari semau itu, masyarakat menjadi sedikit tahu bahwa mendapatkan beasiswa universitas luar negeri itu tidaklah mudah. Ada beberapa tes yang harus diikuti, salah satunya adalah menulis esai.

Baca Juga: Fokus pada Narasi: 5 Tips Menulis Esai Beasiswa Supaya Lolos Seleksi

Dikutip dalam Quipper Campus, esai adalah salah satu jenis tulisan yang digunakan untuk memaparkan kejadian atau peristiwa tertentu di masyarakat berdasarkan opini penulis. 

Tulisan yang berdasarkan opini penulis ini yang juga menjadi cerminan kepribadian, motivasi, dan rencana masa depan calon peserta.

Esai baik harus memiliki struktur yang jelas, isi yang kuat, dan mampu meyakinkan penyelenggara beasiswa bahwa kamu adalah kandidat yang tepat.

 

Bagaimana Strategi Esai Beasiswa yang Baik?

Seperti halnya menulis esai harus memiliki struktur. Esai terdiri dari 3 bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Pada bagian pendahuluan ini, kamu bisa memperkenalkan dirimu melalui cerita pribadi atau fakta yang menarik. Kamu bisa menghubungkannya dengan alasanmu untuk mendapatkan beasiswa.

Bagian isi, kamu bisa menuliskan motivasi, pengalaman, dan rencana kontribusi di masa depan. Kamu bisa mengungkapkan perjalanan akademikmu, alasanmu memilih jurusan, dan kontribusimu terhadap masyarakat pada ilmu yang kamu pelajari. 

Bagian terakhir, kamu bisa menutupnya dengan menjelaskan kembali alasan mengapa kamu patut mendapatkan beasiswa itu.

Tegaskan komitmenmu bahwa kamu akan berkontribusi dengan ilmumu. Biarkan pengujimu memikirkan kalau kamu memang kandidat yang tepat untuk mendapatkan beasiswa itu.