Mumpung Masih Ada Waktu
Nasihat untuk memanfaatkan waktu Ramadan terus digaungkan oleh para penceramah di atas mimbar. Begitu pula tayangan video di media-media online kita.Sungguh nasihat yang sangat bagus, nasihat yang sangat berharga, meskipun untuk dilaksanakan memang cukup susah. Butuh usaha yang konsisten dan keras pada diri sendiri.
Saya sendiri juga belum bisa 100% memanfaatkan waktu dengan baik. Godaan terbesar di bulan suci ini tetaplah HP alias gadget alias gawai.
Layarnya yang memang menarik, variatif, penuh warna-warni dunia, memang seperti sihir yang terus membuat mata dan tangan ini menempel erat. Sihir yang cukup kuat, sihir dari Dia yang Tidak Boleh Disebut Namanya saja bisa kalah kuat, kok. Apalagi sihir dari Dia yang Boleh Disebut Namanya. Halah, siapa lagi ini?
Konten-konten video pendek seperti di TikTok juga menyesuaikan momen. Kalau di bulan suci Ramadan, ya, seputar Ramadan. Dan, itulah pintarnya algoritma. Menyajikan video yang kita suka, yang kita mau tonton, yang mau kita nikmati.
Sampai akhirnya, lagi dan lagi, waktu jadi terasa terbuang percuma. Waktu yang harusnya untuk tilawah Al-Qur'an banyak-banyak menjadi tidak ada lagi. Mungkin karena sudah mengantuk atau karena mau aktivitas dunia lainnya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Ide Jualan di Bulan Ramadan, Tertarik Coba yang Mana?
Indahnya salat tarawih memang cuma di bulan suci Ramadan. Salat malam yang harusnya dilakukan setelah tidur, mungkin jam 3 atau 4 dini hari menjelang subuh, kini bisa diajukan waktunya, setelah salat Isya.
Apalagi dilakukan secara berjamaah, secara bersama-sama di masjid-masjid, membuat kita jadi makin semangat ibadah. Namun, ketika bulan Ramadan berlalu, lewat, dan pergi meninggalkan kita, momen salat tarawih berjamaah itu juga jadi hilang.
Inilah yang benar-benar terasa di bulan suci Ramadan. Salat tarawih sejak malam pertama, padahal belum berpuasa karena puasa baru esok siangnya, sampai malam terakhir, menjadi indah untuk dikenang bersama sesama muslim dan muslimah.
Namun, ketika sudah masuk di bulan lainnya, maka siapa, sih, yang merindukan salat tarawih berjamaah itu? Mungkin banyak yang tidak merindukannya. Dianggapnya capek karena bacaannya panjang, ditambah dengan mengantuk setelah makan malam banyak.
Baca Juga: 4 Tips Work Life Balance di Bulan Ramadan 2026!
Sampai di sini, jika nanti Ramadan sudah selesai, apa yang kamu rindukan dari bulan suci ini? Apakah merindukan war takjilnya? Apakah sahurnya? Apakah bukber barengnya? Eh, bukber itu artinya buka puasa bersama, kok pakai "bareng"?
Atau tidak ada yang dirindukan sama sekali? Wah, sesuatu yang saling merindu itu biasanya karena sudah saling cinta! Semoga bagi kita yang selalu merindukan datangnya bulan suci Ramadan, bisa bersama dengan orang-orang saleh lainnya.
Kebiasaan orang-orang saleh zaman dahulu, ketika Ramadan sudah berlalu, mereka berdoa meminta bertemu lagi dengan Ramadan enam bulan sebelum Ramadan. Mereka juga terus berdoa kepada Allah untuk menerima amal-amal ibadah di bulan suci ini.
Doa kamu apa di bulan Ramadan ini? Minta jodoh? Minta kerja? Atau kerjamu sekarang minta jodoh terus? Wah, wah, wah!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.