4 Cara Mengelola Dana Darurat Saat Konflik Global Memanas

Ilustrasi menyiapkan dana darurat (Sumber gambar : freepik.com)

Ilustrasi menyiapkan dana darurat (Sumber gambar : freepik.com)


Be-emers, dunia sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi Indonesia yang tahun kemarin dalam kondisi kurang kondusif, diprediksi akan semakin menurun akibat dari konflik global yang semakin memanas.

Lebih-lebih munculnya konflik antara Amerika-Israel dengan Iran. Akibat dari perang ini, mengutip dalam laman detik.com, Iran memutuskan menutup selat Hormuz, terhitung sejak tanggal 1 maret 2026.

Mengutip  dalam laman bisnis.com, jalur ini merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20-30 persen pasokan minyak global melintasi perairan tersebut.

Be-emers, hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi ekonomi global, dan membuka peluang terjadinya inflasi dan pengangguran besar-besaran.

Tak ayal sebagai masyarakat biasa kita wajib menyiapkan kondisi keuangan kita untuk kemungkinan terburuk, salah satunya dengan menyiapkan dana darurat.


Lalu bagaimana cara menyiapkan dan mengelola dana darurat saat dibayang-bayangi konflik global? Yuk kita bahas bersama!
 

4 Cara Mengelola Dana Darurat Saat Konflik Global Memanas

Kondisi ekonomi yang tidak pasti dan ditambah dengan konflik global yang kian memanas, membuat kita harus pintar mengatur keuangan salah satunya dengan menyiapkan dana darurat.

Berikut ini beberapa langkah untuk menyiapkan dana darurat yang efektif.
 

1. Tentukan Besaran Dana Darurat

Mengutip dalam laman heygotrade.com, menurut Wlliam Saputra, seorang business owner, dana darurat digunakan untuk menjaga ketenangan dalam pengambilan keputusan dan bukan untuk menghasilkan return, sehingga perlu menentukan jumlah dari dana darurat.

Menurut Willam, dana ini idealnya disiapkan minimal 3-6 pengeluaran dan disimpan terpisah dari rekening investasi. Sedangkan menurut laman kemenkeu.go.id, bagi yang memiliki tanggungan seperti anak atau anggota keluarga lain, persiapkan dana darurat sebesar 6-12 pengeluaran bulanan.

Baca Juga: Menyiapkan Dana Darurat Ketika Konflik, Ini yang Bisa Dilakukan!
 

2. Pisahkan Rekening

Be-emers, sebaiknya rekening untuk dana darurat dan rekening lainnya harus dipisahkan. Tujuannya agar dana darurat ini digunakan sesuai dengan tujuannya alias untuk kebutuhan mendadak dan mendesak, bukan untuk tujuan lain, seperti berbelanja harian.
 

3. Simpan dalam Instrumen yang Likuid

Memiliki tujuan yang cukup urgent, maka sebaiknya dana darurat disimpan dalam bentuk instrumen yang likuid agar bisa diambil kapan saja saat dibutuhkan.

Mengutip dalam laman banksinarmas.com, instrumen yang cocok digunakan untuk menyimpan dana darurat antara lain tabungan, deposito dan reksa dana pasar uang