Inilah Puncaknya
Meskipun baju kamu yang lama masih layak pakai, karena seringnya kamu simpan di lemari, jelas lemari baju, bukan lemari es, kini terdorong pula untuk beli baju baru.Dorongan dari keluarga pun muncul lagi. Maunya ada seragam lagi. Kalau tahun lalu misalnya warnanya putih, sekarang maunya yang merah. Jadi, yang putih tidak mau dipakai lagi, mau ganti yang lebih fresh.
Kamu pun sulit untuk menolak godaan itu. Kamu mengeluarkan uang lagi demi menyenangkan keluargamu, terlebih istri kamu, kalau memang sudah punya.
Ketika lebaran nanti, kamu juga perlu untuk membagi-bagikan uang ke keponakan, ipar, kerabat, atau bahkan tetangga-tetangga yang masih anak-anak. Itu semua harus diporsikan atau dialokasikan.
Kebutuhan yang sangat besar ini menjelang Idulfitri dan setelahnya, perlu untuk disiapkan. Nah, peluang itu ada pada THR. Arti awalnya adalah Tunjangan Hari Raya. Nanti bisa berubah arti, kok!
Bagi kamu yang karyawan, terlebih ASN, dapat kok THR ini. Bahkan kamu dapatnya utuh, tanpa pajak. Sementara bagi pegawai swasta, malah kena pajak.
Berapapun nominalnya, tetap harus disyukuri karena ini tidak terima tiap hari, apalagi tiap detik! Dari namanya THR, berarti berkaitan dengan Hari Raya, terutama Hari Idulfitri.
Kalau Idul nama teman main anak-anak saya. Kalau Fitri, seorang perempuan pemilik warung makan Padang yang dahulu pernah siaran bareng saya di radio. Sekadar informasi saja buat kamu saja, sih.
Setelah kamu terima THR di bulan ini, lalu apa yang kamu lakukan? Apakah kamu mau tebar uang itu di atas helikopter seperti yang pernah dilakukan Tung Desem Waringin waktu promosi bukunya?
Pastinya tidak. Ada dua hal yang terpikir setelah terima THR itu. Ada dua pertanyaan, apakah THR ini mau ditabung atau diinvestasikan? Ataukah dua-duanya saja? Atau salah satunya saja?
Idealnya, THR dibagi untuk kedua tujuan tersebut: menabung untuk dana darurat/kebutuhan jangka pendek. Biasanya 3-6 bulan ke depan. Setelahnya, bisa berinvestasi untuk jangka panjang, ini di atas 1 tahun.
Pada dasarnya menabung itu untuk menjaga likuiditas, sementara investasi mengembangkan aset. Kamu perlu mengalokasikan dana THR secara seimbang. Supaya kebutuhan hari raya terpenuhi tanpa mengabaikan masa depan.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menggunakan THR yang Bijak di Tengah Konflik Iran vs Israel?
Panduan Mengelola THR
Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, tentu bukan sumber mata air pegunungan, ada beberapa kiat untuk mengelola THR, yaitu:
Prioritas 1 untuk Menabung
Pada bagian ini, THR digunakan untuk dana darurat, melunasi utang, atau kebutuhan mendekati Lebaran, seperti: mudik atau biaya sekolah.Salah satu yang bisa dipakai adalah deposito. Ini menjaga agar uang tidak terpakai sia-sia.
Prioritas 2 untuk Investasi
Kamu sudah menempatkan uang THR ke dana darurat, termasuk ke dana gawat darurat, maka bisa kamu alokasikan sisa THR ke instrumen investasi.Contohnya adalah emas sebab emas memang aman dan anti-inflasi. Selain itu, ada reksa dana bagi investor pemula, atau saham bagi yang menyukai risiko tinggi.
Pembagian Tiga Alokasi
Sampai di sini, belum sampai jumpa, alokasi THR dapat dibagi juga menjadi tiga, yaitu: 30% untuk kewajiban, seperti: zakat maupun utang.Sebanyak 40% untuk kebutuhan hidup maupun keluarga serta konsumsi. Dan, yang terakhir 30% untuk tabungan atau investasi.
Pembagian alokasi itu tentunya menyesuaikan THR dan kebutuhan masing-masing, ya! Setiap orang maupun keluarga pastilah berbeda.
Ada yang utangnya masih banyak, ada pula yang tinggal sedikit, atau hampir lunas terbayar.
THR ini perlu dikelola secara baik dan cermat, sebab jika tidak maka THR bisa berubah arti. Dari yang tadinya Tunjangan Hari Raya, menjadi Terima, Habis Raib.
Atau bahkan pada akhirnya, THR dibelanjakan secara membabi-buta, hingga menjadi juga Tersisa Hanya Receh. Selain itu, THR menjadi Tambah Habis Rekeningnya. Keduanya memang mengenaskan.
#Mon-FridayRamadan2026 #RamadanWritingChallenge
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.