Idulfitri sudah berlalu beberapa hari yang lalu. Hati bersih dan ikhlas memaafkan. Kesalahan yang dahulu impas sudah. Semua maaf diberikan dengan hati bahagia menerima.
Teman-teman yang sudah sampai di tujuan mudik sedang ngapain aja sekarang? Lumayan loh, cuti bersamanya banyak nih. Jadi, teman-teman harus benar-benar memanfaatkannya dengan baik.
Ketika mudik, ada tradisi Idulfitri di kampung halaman. Tradisi ini seakan-akan menjadikan hal-hal yang berbeda dengan hari yang lain. Tradisi yang setiap tahun berulang. Tradisi apakah itu?
Silaturrahmi dengan Tetangga dan Sanak Keluarga
Saat hari Idulfitri tiba dan takbir bergema. Pada saat itu, keinginan seakan berdesakan keluar dari hati. Keinginan untuk bertandang kepada tetangga dan sanak keluarga menjadi sesuatu yang datang tak diduga di hati.
Tetangga sebelah rumah yang setiap hari ditemui menjadi orang yang pertama dikunjungi. Mendapatkan seorang tetangga yang baik, lebih baik daripada mendapatkan sejumlah uang. Allah telah mengingatkan kepada hamba-Nya mengenai tetangga dan saudara ini dalam firman-Nya.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya-mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri“.
(QS. An Nisa':36)
Berbuat baik adalah kunci dari hubungan dengan sesama manusia. Berbuat baik ini akan menghasilkan kebaikan lain. Sebagai orang yang hidup berdampingan dengan tetangga, kebaikan-kebaikan akan dirasakan ketika kita berbuat baik dengan tetangga dan sanak saudara.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.