Lihat Depannya, Bukan Belakangnya Terus


Semua Orang Punya Masa Lalu

Ini yang memang harus dipahami bahwa tidak ada orang yang tidak punya masa lalu. Kalau berbicara tentang masa lalu ini, terbagi menjadi dua, ada yang baik, dan ada yang buruk. 

Masa lalu yang baik maupun yang buruk semuanya memang mendatangkan hikmah. Kita bisa mempelajari dari keduanya, kalau ada baiknya, kita syukuri, kalau ada yang buruk, ya, bersabar.

Bukankah hidup ini memang di antara syukur dan sabar? Keduanya juga termasuk nama orang, lho! Mungkin keduanya nama tetangga kamu?  

Kalau warganet selalu mengungkit masa lalu seseorang, apalagi yang sudah terkenal, maka kapan akan selesai? Sementara orang tersebut sudah punya keinginan untuk berubah. Sudah punya keinginan untuk berbuat yang lebih baik lagi. 

Okelah, masalah rumah tangganya mungkin mengalami goncangan hebat. Mengalami badai yang dahsyat. Biduknya terombang-ambing dan akhirnya pecah menghantam karang perceraian. 


Mungkin juga antara suami dan istri tersebut yang tadinya selalu bersama, termasuk untuk urusan tidur, kini merasa sudah tidak lagi kenal.

Sudah jadi musuh besar. Musuh bebuyutan. Mungkin sampai jadi kakek dan nenek buyut akan tetap bermusuhan. 

Apakah warganet yang mencela Bambang tersebut tahu detail perkara rumah tangganya yang sebenarnya? Apakah betul Bambang mau berniat poligami? Apakah betul Bambang itu selingkuh? 

Jangan sampai mereka mengira-ngira saja. Mendapatkan kabar dari mulut ke telinga. Kalau dari mulut ke mulut itu namanya memberikan napas buatan. 

Warganet merasa tahu padahal yang mereka dapatkan informasinya sebatas gosip. Namanya gosip, digosok makin sip!

Padahal sip itu biasanya dari alumnus yang menempuh pendidikan pemerintahan dan politik, karena berupa gelar Sarjana Ilmu Politik. 
 

Seperti Kaca Spion

Masa lalu memang tidak bisa kembali. Bahkan satu detik yang lalu, tidak bisa balik lagi. Apalagi yang sudah bertahun-tahun, maupun berabad-abad. 

Kita memang tidak punya mesin waktu seperti di film Back to the Future. Yang kita punya sebagai mesin waktu hanyalah mesin yang ada di jam tangan kita. Cuma tangan yang dipakaikan jam, ya, jangan kakinya. 

Jika ada seseorang yang dianggap punya masa lalu gelap dan kelam menurut penilaian banyak orang, maka semestinya didudukkan di tempat yang semestinya.

Harus kursi untuk orang dewasa juga, jangan kursi untuk anak TK. Terlalu kecil, meskipun masih banyak guru TK yang cantik, tetapi belum menikah. Walah, menyerempetnya ke sini! 

Contoh seperti si Bambang yang muncul lagi di jagat media sosial untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan hal-hal lain terkait bisnis, bukankah itu bagus-bagus saja?

Buat apa bahas masa lalunya? Buat apa bahas kehidupan rumah tangganya? 

Toh, dia sendiri yang mengalami. Toh keluarganya juga yang berada dalam situasi tersebut. Memangnya kalau warganet membully si Bambang karena bercerai dengan mantan istrinya, apakah bisa dibalikkan lagi seperti dulu? 

Ada rumah tangga yang lebih baik berpisah saking banyaknya masalah yang tidak bisa diselesaikan. Ada juga yang harus menghindari perceraian karena masih banyak kebaikan pada diri suami maupun istri, terlebih biasanya karena faktor anak-anak yang membuat rumah tangga itu bertahan. 

Bukankah yang mau kita ambil adalah ilmunya si Bambang ini? Terlebih Bambang juga punya pengalaman panjang dan lama menjadi seorang pebisnis. Tidak banyak orang yang mampu berprestasi dalam bidang bisnis seperti Bambang itu. 

Secara pendapatan sudah ratusan juta, bahkan miliaran rupiah setiap bulan. Warganet yang mencela, apakah mampu punya penghasilan seperti itu?

Mungkin saja bukan omzetnya warganet yang banyak, tetapi utangnya. Gali lubang tutup lubang. Akhirnya, jatuh di lubang yang sama. 

Kita harus melihat seseorang itu secara objektif. Hal yang terjadi dan bukan urusan kita, seharusnya memang tidak usah kita urus. 

Mau dia bercerai atau tidak dengan istrinya, yang jelas bukan urusan kita. Hal yang lebih penting dari diri seseorang adalah ilmu, pengalaman, dan solusi dari permasalahannya terkait bidang atau keahliannya. 

Jangan sampai kita mencela kehidupan rumah tangga seseorang, tetapi kita sendiri juga berumah tangga masih belum sempurna, bahkan jauh dari kata sempurna.

Masih banyak cekcok di sana-sini, masih belum romantis, bahkan kadang diselingi dan diiringi dengan KDRT. Memang kita tinggal di RT berapa kah? 

Pada dasarnya, hidup ini memang harus seperti kaca spion. Masa lalu adalah seperti kaca spion itu. Secara bentuk, kaca spion memang lebih kecil daripada kaca depan mobil, dan itupun sesekali dilihat saja.

Namun, jangan terus dilihat. Jika seperti itu terus, maka peluang kecelakaan akan makin besar terjadi. 

Kaca depan mobil ibarat masa depan. Harus melihat ke depan, melihat ke masa yang akan datang. Masa depan ini masih suci, sementara masa lalu mungkin kotor, berdebu, atau penuh noda yang sulit dibersihkan, meskipun kita pakai sabun yang mengandung jeruk nipis dan lemon. Kalau jeruk nipis tidak bisa, apakah jeruk nebal bisa? Entahlah.  

Untuk Bambang yang sedang membaca tulisan ini, maka tetaplah tegar. Tetaplah bersemangat untuk berbagi seputar bisnis. Ditunggu ilmu-ilmunya yang fresh dan out of the box itu daripada pemikiran orang lain, meskipun sama-sama membahas bisnis. 

Ilmu dari orang yang pernah mengalami itu lebih mantap daripada ilmu dari orang yang cuma berteori dan belum pernah praktek sama sekali.

Apalagi ilmu bisnis adalah ilmu jalanan. Belum tentu teorinya yang ditulis di buku-buku bisnis itu benar, kecuali sudah dipraktekkan. 

Banyak juga teori yang tidak benar. Kita tahu, teori yang tidak benar itu adalah teori yang salah dan teori yang salah, selalunya mempunyai arti yang tidak benar.

Ini memang cuma dibolak-balik kalimatnya, sekadar menambah kata, hingga sampai di sini mencapai 1.473 kata. 




---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung