Harga Plastik Meroket, Ini Alternatif Kemasan Makanan Ramah Lingkungan Untuk UMKM

Seorang pelaku UMKM kerupuk menjual dagangannya yang terbungkus plastik (Sumber : Foto Pribadi)

Seorang pelaku UMKM kerupuk menjual dagangannya yang terbungkus plastik (Sumber : Foto Pribadi)


Perang di Timur Tengah masih belum tau kapan berakhir. Dan ternyata dampaknya sampai ke Indonesia. Walaupun Bangsa Indonesia tak ikut perang dan lokasinya juga cukup jauh.

Salah satu dampak yang terbaru adalah naiknya harga plastik. Ini terjadi karena macetnya bahan baku ke tanah air buntut perang tersebut. Hampir 70 persen bahan baku industri plastik Tanah Air bergantung pasok dari Timur Tengah.

Bahan baku yang dimaksud adalah nafta. Yakni salah satu turunan dari minyak bumi untuk membuat bijih plastik. Kini jalur distribusi itu terganggu. Para produsenpun kalang kabut. Buntutnya harga plastik naik.

Naiknya harga plastik itu tentu berdampak signifikan pada sejumlah pihak. Tak terkecuali para pedagang pasar ataupun para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Selama ini plastik jadi andalan pedagang dan UMKM. Itu untuk membungkus berbagai produk yang dijual. Mulai dari sayuran, hingga aneka kuliner.


Di tengah situasi global yang belum pasti saat ini para pedagang perlu mencari solusi. Yakni alternatif pengganti plastik.
 

Alternatif Pengganti Plastik, Ramah Lingkungan dan Lebih Terjangkau

Dan sebenarnya alternatif pengganti itu sudah banyak beredar. Berikut beberapa alternatif pengganti plastik kemasan itu.


1. Besek Bambu

Ini adalah wadah yang biasanya berbentuk kotak. Tapi di beberapa tempat ada juga yang sedikit bulat. Ukuranya juga bisa beragam. Mulai dari kecil hingga besar.

Besek biasanya berbahan dasar bambu. Oleh para perajin, bambu dipotong dan disayat sedemikian rupa. Lalu dianyam hingga membentuk menyerupai wadah dengan berbagai ukuran.

Sejauh ini besek banyak digunakan sebagai wadah makanan. Utamanya oleh-oleh tradisional karena bentuk dan bahanya yang memberikan kesan klasik. Tapi juga sudah banyak digunakan sebagai kemasan makanan modern. Termasuk untuk bumbu dapur.

Saat momen Idul Adha, besek ini juga sering digunakan sebagai wadah pendistribusian daging kurban. Karena lebih ramah lingkungan.

Besek cukup kuat untuk membungkus berbagai produk. Selain itu secara tampilan juga lebih menarik karena ada nuansa klasik atau tradisional.


2. Daun Pisang atau Jati

Penggunaan daun pisang sebagai bungkus makanan sebenarnya bukan barang baru. Sebelum peredaran plastik meluas, kebanyakan para pedagang makanan memanfaatkan daun pisang ini sebagai bungkus.

Contohnya adalah Pecel Madiun yang memanfaatkan daun pisang sebagai sarana penyajian. Konsep itu lebih akrab dikenal dengan istilah pincuk.

Daun pisang ini memang paling cocok untuk bungkus makanan. Selain aman karena berbahan organik, daun pisang juga sedikit menambah aroma khas pada makanan yang dibungkus.

Daun pisang ini juga masih gampang dijumpai. Utamanya di pasar-pasar tradisional. Secara harga juga masih cukup terjangkau.

Selain daun pisang, beberapa jenis daun lain juga bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan. Misalnya daun Jati. Ini juga sudah sering digunakan. Contohnya adalah Nasi Jamblang khas Cirebon.