Di sebuah warung sayur di pinggir jalan, aku mengambil beberapa sayuran dan ikan. Lalu, meletakkannya di depan pemilik warung untuk ditotalkan semua belanjaan.
Melihat kecambah yang segar di dekatku, aku minta dibungkuskan 2 ribu saja. Pemilik warung berkata,"Maaf, ya, Bu. Kecambahnya saya pakaikan kertas saja, ya. Soalnya plastiknya mahal." Anggukkan kepala seakan memberikan jawaban padanya.
Beberapa hari yang lalu, telah terdengar dan terbaca berita kenaikan harga plastik di media sosial. Semua kenaikan itu disebabkan oleh dampak peperangan AS-Israel dengan Iran. Memang, hal itu pasti terjadi meskipun tidak sampai terpikir dampaknya akan secepat ini pada negara Indonesia.
Menurut mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang dipublikasikan di akun instagram @inilah_com pada 6 April 2026. Menurut beliau seluruh peralatan di sekitar kita mengandung elemen plastik dan plastik itu dari petrokimia. Petrokimia itu dari minyak. Jadi, makin ada masalah dihadapi oleh minyak dan gas itu seluruh kehidupan semua akan terpengaruh.
Benar, dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan plastik ini sangat banyak. Bahan baku pembuatan plastik (polietilen/PE dan polipropilen/PP) sekitar 60-70 persen pasokannya berasal dari kawasan Timur Tengah. Dan dari data BPS, impor plastik dan barang dari plastik pada Februari 2026 mencapai US$873,2 juta.
Ketika harga BBM meningkat, maka harga plastik pun akan meningkat juga. Dalam hal ini, kita bisa menyiasati kenaikan harga plastik ini dengan kepala dingin.
Menyiasati Kenaikan Harga Plastik, Begini Tipsnya!
Kita bisa melakukan hal-hal sederhana yang kita mampu.
Pertama, kamu bisa mengalihkan penggunaan plastik seminimal mungkin. Misalnya, kamu perlu membawa wadah dari rumah untuk meletakkan barang yang kamu inginkan. Dengan begitu, aksi ini akan membuat pengurangan sampah plastik. Yang akhirnya akan membantu mengatasi global warming.
Kedua, penggunaan bahan alami sebagai pembungkus seperti daun pisang, daun talas, daun jati, dan sebagainya. Dalam instagram @suaradotcom pada 6 April 2026, parodi kenaikan harga plastik diganti dengan daun pisang. Parodi yang lucu dan membuat kita berpikiran. Mungkin suatu saat kita tidak membeli lagi produk perlengkapan makan dari plastik.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.