Rahasia Womenwear Tahan Lama: Strategi Memisahkan Modal Bisnis dan Operasional

Strategi keuangan memulai bisnis [Freepik]

Strategi keuangan memulai bisnis [Freepik]


Zaman semakin berkembang beriringan dengan bisnis fesyen bermunculan, salah satunya Womenwear asal Serang. Didirikan oleh Malvika Amaliah sejak tahun 2015, bisnis tetap bertahan. Di samping keunikan produk, pengelolaan keuangan tentu menjadi kunci utama.

Salah satu penyebab utama bisnis kecil gagal bukan karena produk buruk atau pasar sepi, melainkan keuangan yang tidak terbagi dengan jelas.

Banyak pelaku usaha utamanya UMKM mencampur modal awal dengan uang operasional harian, bahkan keuangan pribadi. Dampaknya jelas: bisnis memang jalan, tapi jadi saru keuntungannya.

Kebiasaan seperti ini membuat owner bakal kesulitan menakar peeforma usahanya. Bisa jadi uang yang awalnya untuk modal terbiasa dipakai untuk kebutuhan hidup sehingga bisnis menjadi 'pakai rasa'.


Strategi Cerdas Memisahkan Modal Bisnis dari Operasional

Patut diketahui terdapat 2 jenis uang yakni uang tumbuh dan uang yang berputar (cashflow). Saya kerap membaca literatur blog financial planner dan begini kiat mengelola keuangan supaya bisnis profesional:


1. Buat Rekening Khusus Modal

Sejak niat berbisnis sudah bulat, langkah fundamental adalah membuka rekening untuk mengumpulkan modal. Rekening ini wajib terpisah dari uang untuk makan ya. Artinya, rekening modal pantang diambil sembarangan kecuali untuk keperluan bisnis.


2. Gunakan Sistem 'Gaji untuk Bisnis'

Banyak pebisnis mengambil uang sesuka hati dari kas, akibatnya bisnis jadi 'bicor halus' Ubah pola ini dengan menentukan “gaji” untuk diri sendiri. Sisanya tetap di bisnis. Cara ini akan menciptakan disiplin dan menjaga uang modal tetap utuh.



3. Metode Capital Lock

Strategi ini sesuatu yang jarang dibahas. Merujuk laman OCBC, cara ini sebenarnya sudah populer bagi investor saham. Investor mengunci sahamnya dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan modal tetap di dalam perusahaan. 

Umumnya berlaku selama 90 hingga 180 hari, bahkan bisa mencapai satu tahun. Nah, kamu yang hendak mulai bisnis dapat meniru cara ini.

Dana hanya boleh digunakan saat bisnis akan ekspansi atau bisnis sedang dalam situasi genting. Dengan ini, bisnis dipaksa hidup dari cashflow, bukan “menggerogoti modal”.


4. Simpan Modal Cadangan di RDPU

Tak hanya untuk dana darurat, kamu dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang untuk menyimpan bemper cadangan. Keuntungannya?

Tetap likuid (dapat dicairkan dalam waktu cukup singkat) dan ada return yang bisa didapat. Dana malah berbunga, tidak terpotong admin layaknya uang yang hanya diparkir di rekening.