Belajar dari Womenwear: 5 Strategi Hemat Kemasan Saat Harga Plastik Tinggi

Plastik mahal, brand fesyen harus cerdik menyiasati [Freepik]

Plastik mahal, brand fesyen harus cerdik menyiasati [Freepik]


Di sebuah sudut produksi sederhana di Serang, tumpukan kain, pola busana, dan suara mesin jahit masih berjalan seperti biasa. Satu hal yang berubah drastis dalam beberapa bulan terakhir: biaya kemasan.

Kenaikan harga plastik yang terjadi secara global dipicu konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada industri besar.

Pelaku UMKM fashion ikut merasakan tekanan yang sama. Termasuk Womenwear asal Serang yang mengandalkan penjualan melalui e-commerce, kemasan bukan sekadar pelindung produk. Ia adalah bagian dari pengalaman pelanggan.

Dengan lonjakan harga plastik hampir dua kali lipat, pilihan yang dihadapi antara menaikkan harga produk, menurunkan kualitas kemasan, atau mencari jalan baru. Mereka memilih opsi ketiga.


5 Cara Womenwear Menyiasati Kemasan di Tengah Mahalnya Plastik

Alih-alih memangkas kualitas atau “menghilangkan identitas brand”, tim kecil di mulai bertanya ulang: Apakah iya kemasan harus selalu plastik?

Selama ini plastik memang pilihan efektif. Alasannya harganya murah, tahan air sehingga aman ketika pengiriman jauh. Mereka tidak kehilangan akal dan mencoba ragam alternatif.


1. Paper Packaging (Kertas Kraft Premium)

Walaupun murah plastik sulit didaur ulang, kertas bisa menjadi solusi nih. Keunggulannya beragam salah satunya jauh lebih terjangkau dibanding plastik premium saat ini.


Kertas kraft juga memberikan kesan produk ramah lingkungan dan meningkatkan image brand. Agar lebih personal, coba terapkan tips ini:
  • Gunakan kraft paper + stiker logo agar tetap elegan
  • Sisipkan kartu ucapan terima kasih dengan nama pemesan dengan tulisan tangan
Tanpa disadari, cara ini menciptakan kesan yang lebih luxury meski biaya ditekan. Lama kelamaan, customer mulai membagikan pengalaman unboxing mereka di media sosial.

Bukan karena produknya berubah, tetapi karena cerita di balik kemasannya yang sarat cerita.


2. Reusable Packaging: Totebag/Pouch

Ada juga tas kain atau pouch premium. Saat ini budaya membawa tas kain ke supermarket sudah merebak agar tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kantong plastik.

Jika kemasan produk berubah, tas kain dapat digunakan ulang oleh pelanggan. Secara eksplisit, totebag ibarat promosi berjalan. Orang lain akan melihat produk apa yang kamu gunakan.


3. Biodegradable Packaging

Ingin mencoba alternatif eco-friendly lain, coba yuk jenis biodegradable ini. Kemasan seperti ini mulai banyak diminati milenial dan gen Z karena lebih modern.

Nilai minusnya memang harganya sedikit lebih tinggi, tetapi ampuh meningkatkan nilai jual.


4. Hybrid Strategy

Ingin menyiasati kemasan agar tidak terlalu mahal, andalkan strategi mix kemasan. Caranya? Dengan menggabungkan jenis kemasan yang selama ini dipakai dengan alternatif baru.

Misalnya biasanya menggunakan plastik tetap gunakan sebagai dalaman, lalu lapisi kemasan luarnya dengan kertas atau boks simpel. Produk terproteksi, looks nya juga mengesankan 'mahal'.