Plastik mahal, brand fesyen harus cerdik menyiasati [Freepik]
Kenaikan harga plastik yang terjadi secara global dipicu konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada industri besar.
Pelaku UMKM fashion ikut merasakan tekanan yang sama. Termasuk Womenwear asal Serang yang mengandalkan penjualan melalui e-commerce, kemasan bukan sekadar pelindung produk. Ia adalah bagian dari pengalaman pelanggan.
Dengan lonjakan harga plastik hampir dua kali lipat, pilihan yang dihadapi antara menaikkan harga produk, menurunkan kualitas kemasan, atau mencari jalan baru. Mereka memilih opsi ketiga.
5 Cara Womenwear Menyiasati Kemasan di Tengah Mahalnya Plastik
Selama ini plastik memang pilihan efektif. Alasannya harganya murah, tahan air sehingga aman ketika pengiriman jauh. Mereka tidak kehilangan akal dan mencoba ragam alternatif.
1. Paper Packaging (Kertas Kraft Premium)
Kertas kraft juga memberikan kesan produk ramah lingkungan dan meningkatkan image brand. Agar lebih personal, coba terapkan tips ini:
- Gunakan kraft paper + stiker logo agar tetap elegan
- Sisipkan kartu ucapan terima kasih dengan nama pemesan dengan tulisan tangan
Bukan karena produknya berubah, tetapi karena cerita di balik kemasannya yang sarat cerita.
2. Reusable Packaging: Totebag/Pouch
Jika kemasan produk berubah, tas kain dapat digunakan ulang oleh pelanggan. Secara eksplisit, totebag ibarat promosi berjalan. Orang lain akan melihat produk apa yang kamu gunakan.
3. Biodegradable Packaging
Nilai minusnya memang harganya sedikit lebih tinggi, tetapi ampuh meningkatkan nilai jual.
4. Hybrid Strategy
Misalnya biasanya menggunakan plastik tetap gunakan sebagai dalaman, lalu lapisi kemasan luarnya dengan kertas atau boks simpel. Produk terproteksi, looks nya juga mengesankan 'mahal'.
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.