ilustrasi mengelola dana darurat (sumber: freepik)
Dana darurat merupakan instrumen keuangan yang wajib kamu siapkan. Apalagi dalam situasi ketidakpastian seperti saat ini.
Ketidakpastian itu dipicu adanya perang di Timur Tengah. Bahkan terbaru upaya negosiasi yang dilakukan antara Iran dan Amerika Serikat ternyata tidak mendapatkan kesepakatan.
Dana darurat adalah uang khusus yang kamu siapkan untuk kebutuhan tak terduga, termasuk dalam situasi krisis. Sehingga penggunaanya perlu dilakukan dengan cermat.
Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kesalahan dalam menggunakan dana darurat. Sehingga dana darurat itu tidak berperan sebagaimana mestinya. Peran penyelaman keuangan tak lagi berguna karena salah penggunaan.
Kesalahan Penggunaan Dana Darurat: Jangan Gunakan di 7 Situasi Berikut Ini!
Kesalahan itu kadang dimulai dari persoalan yang mendasar. Misalnya salah dalam mengartikan kondisi darurat. Berikut ada beberapa situasi atau kesalahan penggunaan dana darurat yang perlu kamu hindari.
1. Renovasi Rumah Tak Mendesak
Rumah adalah sarana tempat tinggal yang penting bagi orang. Apalagi bagi kamu yang sudah berkeluarga. Kamu butuh tinggal dengan nyaman.Dengan punya rumah sendiri, kamu bisa bebas melakukan aktivitasmu. Tanpa ada campur tangan orang lain seperti mertua misalnya.
Namun yang namanya rumah tentu butuh perawatan. Begitu juga jika kamu ingin mendesain rumahmu lebih indah dan menarik. Nah, kapan saatnya dana darurat digunakan dalam hal perbaikan rumah yang tepat?
Tidak semua kebutuhan rumah dicover dengan dana darurat. Kamu perlu memilahnya. Dana darurat hanya digunakan jika rumahmu mengalami situasi darurat juga. Situasi darurat inilah yang perlu kamu perhatikan agar tidak salah.
Contoh darurat adalah ketika tiba-tiba saja atapmu bocor karena hujan deras. Atau ekstremnya tertimpa musibah seperti angin kencang atau kebakaran. Saat inilah dana darurat bisa digunakan.
Sementara contoh penggunaan dana darurat yang salah kaprah untuk renovasi rumah adalah kebutuhan yang bersifat tidak mendesak. Misalnya, kepentingan estetika kamu perlu mengganti keramik atau mengecat dinding. Ini semestinya tidak dicover dari dana darurat, tapi kamu perlu menabung dari alokasi khusus.
2. Tergiur Diskon
Obral diskon akhir tahun atau momen hari besar kadang begitu menggoda. Mulai dari pakaian, sepatu, hingga gadget keluaran terbaru. Itu bisa jadi salah satu ancaman bagi kamu untuk tergiur memotong dana darurat yang telah kamu kumpulkan.Tentu hal itu tidak bisa dibenarkan. Dana darurat digunakan untuk kebutuhan darurat. Sementara pembelian barang baru atau barang konsuntif bukanlah sasaran dana darurat disiapkan.
Kebutuhan pembelian barang konsumtif sebaiknya tidak teralokasikan dari dana darurat. Kamu bisa menyiapkan dari sumber pendanaan lainnya jika memang ingin membeli barang baru.
3. Gaya Hidup atau Hobi
Kesalahan berikutnya adalah pengeluaran untuk gaya hidup atau hobi. Punya hobi menarik tentu tidak disalahkan. Apalagi hobimu memacu untuk berprestasi.Namun yang perlu kamu perhatikan adalah pengeluaran untuk hobi. Ini perlu diatur dengan cermat. Tidak tepat jika pengeluaran untu hobi ini diambilkan dari dana darurat yang telah kamu kumpulkan.
Apalagi beberapa hobi membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Misalnya kamu yang hobi koleksi mobil sport, koleksi barang antik, hingga olahraga dengan perlengkapan mahal seperti padel.
4. Liburan
Berikutnya adalah keperluan liburan. Kegiatan liburan sebaiknya direncanakan sedari awal tahun. Sehingga jika kamu ingin liburan maka kamu bisa menabung sejak awal.Tidak tepat jika dana darurat yang sudah terkumpul digunakan untuk kegiatan liburan. Selain itu liburan bukan termasuk kebutuhan primer dalam hidup manusia. Pemenuhannya masih sangat memungkinkan untuk ditunda.
Kalaupun tiba-tiba perlu liburan, kamu bisa mencari alternatif liburan yang lebih sederhana dengan budget miring. Misalnya, liburan tak perlu harus ke luar negeri.
Kegiatan liburan ke luar negeri itu butuh biaya besar. Mulai dari tiket pesawat, sewa kamar hotel, hingga keperluan makan minum di tempat liburan. Kamu bisa menggantinya dengan liburan keluarga ke taman kota.
HENDRIK MUCHLISON
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.