3. Tetapkan Batasan Penggunaan
Tidak kalah penting, kamu perlu membuat kesepakatan dengan diri sendiri untuk penggunaan dana darurat. Misalnya hanya untuk kesehatan, jarak tanggal gajian yang masih lama, atau adanya kebutuhan rumah tangga yang mendesak.Kalau sampai kepakai di luar aturan yang telah kamu buat, kamu bisa menantang diri kamu untuk bisa mengembalikan dana yang telah terpakai dengan dua kali lipatnya agar bisa memotivasi kamu untuk bisa mengatur dana darurat mu sendiri.
4. Pisahkan di Rekening Khusus
Untuk dapat menyimpan dana darurat mu dengan aman, kamu bisa membuat rekening tabungan tersendiri yang berbeda dari rekening harian. Hal ini termasuk penting supaya dana darurat kamu tidak tercampur dengan uang jajan, nongkrong, atau budget belanja yang sering bikin kalap.Yang paling penting, bangunlah dana darurat mu tanpa merasa terpaksa. Karena kunci utamanya dari membentuk dana darurat adalah konsisten.
Saat kamu menjadikannya prioritas, dana darurat bukan cuma jadi uang cadangan, tapi sistem perlindungan yang bikin kamu lebih tenang menghadapi kekacauan finansial yang kapanpun bisa datang.
Kalau kamu punya tips untuk bisa mengelola dana darurat yang sering bocor untuk kebutuhan yang bukan prioritas, yuk ikut Writing Challenge Bisnis Muda dan bagikan cerita versimu!
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.