7 Trik Jitu Membangun Brand Awareness di Media Sosial ala Womenwear

Contoh konten media sosial milik Womenwear (Sumber : Instagram Womenwear)

Contoh konten media sosial milik Womenwear (Sumber : Instagram Womenwear)

Like

Tahukah kamu tentang brand awareness? Yaitu dimaknai sebagai kemampuan seorang konsumen dalam mengenali, mengingat, hingga mengidentifikasi merek atau brandmu.

Kadang sebuah merek memiliki produk yang cukup berkualitas. Namun, produk itu tidak banyak dikenal masyarakat. Nah itu menjadi salah satu persoalan brand awareness. Artinya produkmu belum banyak dikenal dan melekat di Top of Mind masyarakat.

Kondisi itu tentu merugikan pemiliki produk. Penjualan tidak optimal, bahkan kalah bersaing dengan produk-produk lain yang sebenarnya kalah kualitas dengan produkmu.

Brand Awareness ini bukanlah suatu yang kebetulan. Namun sesuatu yang perlu dibangun. Artinya kamu perlu melakukan serangkaian strategi dan taktik agar produkmu melekat dalam ingatan dan hati masyarakat.

Agar strategi dan taktik ini optimal, kamu perlu memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Peluang itu adalah hadirnya media sosial. Ya, buntut perkembangan teknologi komunikasi kini bermunculan berbagai platform media sosial.


Kehadiran media sosial ini turut merubah aktifitas masyarakat. Hampir semua orang punya media sosial. Aktifitasnya juga banyak memanfaatkan media sosial. Bahkan kadang kegiatan ngopi bareng semeja tapi jarinya tidak lepas bermain media sosial.

Padatnya aktivitas di media sosial ini tentu menjadi kesempatan emas untuk kamu yang ingin membangun brand awareness. Kamu tidak perlu melakukannya secara manual dengan mendatangi kerumunan-keruman atau pusat keramaian untuk mengenalkan produk.
 

7 Trik Jitu Membangun Brand Awareness di Media Sosial ala Womenwear

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana cara atau strategi membangun brand awareness itu dengan media sosial. Nah artikel kali ini akan membahas hal tersebut. Berikut beberapa strategi yang wajib kamu perhatikan


1. Pilih Media Sosial yang Tepat

Platform media sosial yang ada di masyarakat tidak satu tapi ada beberapa. Di antaranya adalah Instagram, Youtube, TikTok, X atau dulu yang dikenal dengan twitter. Ada juga Linkedln, ataupun facebook.

Nah masing-masing media sosial punya kekurangan dan kelebihan. Termasuk memiliki segmen pasar pengguna tersendiri. Misalnya TikTok yang lebih dominan dengan visual dalam bentuk vidio pendek. Platform itu juga lebih akrab dan digemari anak-anak muda.

Lalu Instagram yang unggul dari sisi visual dalam bentuk foto dan video singkat. Ini juga banyak digandrungi anak muda. Beda cerita dengan Youtube yang lebih mengakomodir video dalam durasi yang panjang.

Kamu tak perlu menggunakan semua media sosial. Kamu bisa memilihnya dengan mempertimbangkan segmen pasar yang ingin kamu gapai.
 

2. Konten yang Unik dan Menarik

Konten yang kamu buat tentu tidak bisa sembarangan. Kontenmu perlu dibuat dengan unik agar menarik perhatian audience.

Makin unik maka akan semakin memikat audience. Kontenmu perlu menghentikan sejenak kecepatan scrolling pengguna.

Dengan konten unik, konten yang kamu buat juga bisa cepat viral. Sehingga brand-mu juga makin dikenal luas. Caranya kamu juga bisa mengoptimalkan desain dan visual.

Selain itu kamu juga bisa memperhatikan isi dari konten yang kamu buat. Konten yang berisi tips, edukasi dan hiburan akan lebih menarik untuk di-share ulang oleh audience. Sehingga akan lebih cepat viral dari pada sekedar jualan.
 

3. Konsistensi Identitas

Dalam membuat konten, kamu perlu memperhatikan konsistensi. Ini secara tidak langsung menjadi identitas konten yang kamu buat. Konsistensi ini membantu konten dan brand-mu melekat di ingatan pemirsa.

Konsistensi itu bisa dari sisi warna, logo, gaya bahasa, atau grafis pendukung. Terapkan itu juga dalam kemasan brandmu. Jika tidak ada konsistensi, risikonya akan gampang dilupakan publik.
 

4. Kolaborasi Influencer

Strategi lainya adalah kamu bisa berkolaborasi dengan influencer. Mereka adalah para pemain di media sosial. Mereka telah memiliki pengikut yang tidak sedikit. Tentu akan sangat membantu dalam pengenalan produk. Apalagi kamu yang tengah memulai.

Tapi kamu juga tidak bisa sembarangan dalam memilih influencer. Pilihlah yang sesuai dengan niche bisnis kamu.Misalnya, brandmu adalah soal kuliner. Maka pilihlah influencer yang memang banyak mengulas soal kuliner.

Atau jika brandmu adalah soal produk fashion. Kamu tentu perlu memilih influencer yang memang biasa mengulas soal fashion.